Dari Natuna, WNI yang Diobservasi akan Diterbangkan ke Halim dengan Empat Pesawat Pukul 14.00 WIB
WNI yang diobservasi di Natuna saat melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran (Foto: IDN Times)

JAKARTA, HALUAN.CO - Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru selesai menjalani masa karantina atau observasi di Natuna pasca-evakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China akan segera dipulangkan ke Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan mereka akan pulang dari Natuna menuju Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.00 WIB.

"Nanti dari Natuna itu kita prediksikan sekitar jam 14.00, setelah mereka selesai makan siang langsung diterbangkan ke Halim," kata Yurianto, Jumat (14/2/2020).

Pemerintah akan menggunakan empat pesawat untuk memulangkan WNI. Rencananya pemerintah akan menggunakan dua jenis pesawat, yakni Boeing dan Hercules.

"Rencananya dua (pesawat) boeing dan dua hercules," katanya. .

Yurianto mengatakan, jika dilihat dari jumlah WNI yang dievakuasi dari lokasi terdampak virus corona Provinsi Hubei, China, proses pemulangan cukup menggunakan tiga pesawat. Namun, karena ada kru kesehatan di lokasi observasi maka diperlukan tambahan satu pesawat lagi.

"Tetapi kan tim pendukung yang berasal dari TNI dan sebagainya itu kan juga harus ikut pulang. Yang dari kemenkes, yang mendampingi mereka selama 14 hari ini kan banyak. Dari Kemenkes ada, dari batalion kesehatan Marinir juga ada, itu kan mereka juga harus pulang," ungkapnya.

Yuri menjelaskan, setelah sampai di Halim WNI tersebut akan disambut oleh pemerintah daerah masing-masing. Setelah itu, dipulangkan ke kampung halaman oleh pemerintah daerah.

"Dan nanti kita akan serahkan ke provinsi perwakilannya untuk selanjutnya mereka yang akan mengatur kepulangan," ungkapnya.

Besok, Seluruh WNI yang Dikarantina di Natuna Dipulangkan ke Daerah Asal

Ia menuturkan perlu waktu lebih untuk memulangkan WNI yang berdomisili di Aceh ataupun Papua dari Jakarta. Maka dari itu, WNI yang berasal dari Aceh, Papua daerah lain di luar pulau Jawa akan diinapkan di Jakarta terlebih dahulu.

"Membutuhkan waktu lagi untuk teman-teman yang dari Papua, Papua barat kemudian yang dari Aceh karena kan mungkin connecting flight langsungkan belum ya pemesanan tiket dan sebagainya. Sehingga mungkin mereka nanti akan diajak bermalam oleh pemda-nya," imbuhnya.

Sedangkan untuk yang berdomisili di Jakarta atau Jawa Barat akan langsung dipulangkan ketika sampai di Jakarta. Yuri sebelumnya juga menjelaskan, rangkaian pemulangan akan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan terakhir pada Sabtu pagi.

"Hari Sabtu pagi adalah pengecekan kesehatan terakhir, setelah itu kita akan menyiapkan mereka untuk bisa persiapan bisa kembali ke Jakarta," kata Yuri dalam telekonferensi dengan wartawan, Kamis (13/2/2020).

Tiga unit pesawat TNI Angkatan Udara akan mengangkut para warga dari Lanud Raden Sadjad Natuna menuju Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Menurut rencana, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo akan menumpangi pesawat itu dan langsung menjemput di Natuna.

"Kita akan melakukan pemeriksaan kesehatan hari terakhir lalu kemudian kita akan mempersiapkan mereka untuk setelah jam 12, setelah makan siang, mereka akan on board dan akan diterbangkan ke Halim," ujar Yuri.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, hari kepulangan 238 warga itu bertepatan dengan berakhirnya masa observasi.

"Sesuai dengan alokasi waktu, selama 14 hari sejak diterima di Natuna, maka jatuh pada tanggal 15 Februari yang akan datang jam 12.00 WIB," kata Doni dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (13/2/2020) kemarin.