Dari Upaya Penyelamatan hingga si Bungkuk Masuk Museum
ikan paus yang terdampar di pantai hutan bakau Gedapo, kecamatan Silau Laut Kab. Asahan. (Foto: Waspada)

ASAHAN, HALUAN.CO – Siang itu, Rabu (8/1/2020), nelayan Desa Silau Baru, Kec Silau Laut, Kab Asahan, Sumatera Utara, dikagetkan dengan seekor ikan paus raksana yang berada di perairan dangkal yang tidak jauh dari pantai.

Tidak ingin ikan mamalia itu terperangkap dan terdampar di pantai, para nelayan itu bergontong royong berusaha menggiring kembali ikan bernama latin megaptera novaengliae itu ke laut dalam. Upaya penyelamatan ikan paus itu terekam dalam siaran langsung di salah satu akun Facebook.

Berdasarkan informasi yang diterima kepala desa setempat dari para nelayan, bahwa paus itu tidak sempat merusak jaring para nelayan yang saat ini lagi berlabuh dan kondisi ikan paus dilihat dari kasat mata dalam keadaan baik.

“Ini pertama kalinya terjadi . pausnya belum sempat terdampar karena para nelayan menggiringnya ke laut dalam,” jelas Kepala Desa Silau Baru Ahmad Sofyan dan ketika menyebutkan bahwa jenis pausnya belum diketahui.

Rabu siang tersebut para nelayan Desa Silau Baru berhasil menggiring ikan paus itu ke laut dalam. Namun dua hari kemudian, Jumat (10/1/2020) sore, ikan paus yang diduga sama dengan yang sebelumnya kembali lagi ke pantai sekitar Desa Silau Baru Kecamatan Silau Laut dengan Desa Pematang Seibaru Kecamatan Tanjungbalai.

Kemudian, nelayan secara bersama-sama kembali menggiring paus itu ke laut dalam. Bahkan dalam upaya penyelamatan itu, ikan paus itu berdempatan dengan perahu nelayan yang mendorongnya untuk kembali ke laut dalam. Pau situ diperkirakan sepanjang 12 meter.

Namun dua kali upaya penyelamatan yang dilakukan para nelayan itu tidak berhasil menyelamatan ikan paus tersebut. Karena pada Sabtu (11/1/2020), ikan paus bungkuk bernama latin megaptera novaengliae ditemukan terdampar dan kondisi sudah mati di pantai hutan bakau Gedapo, kecamatan Silau Laut Kab. Asahan.

Pada hal Sabtu (11/1/2020) siang itu, para nelayan bersama aparatur laut setempat dan Kades Silo Baru Ahmad Sofyan ingin memastikan apakah ikan paus itu betul-betul kembali ke laut dalam. Namun begitu kagetnya karena menemukan ikan paus yang ingin mereka selamatkan itu sudah terdampar dan tak bernyawa di pantai hutan bakau Gedapo.

Desa Silo Baru kecamatan Silau Laut kabupaten Asahan yang selama ini damai, tenang dan penuh kekeluargaan ini pun mendadak bagaikan lokasi event olahraga nasional atau kedatangan artis ibukota untuk melihat ikan paus berukuran 14 meter itu.

“Sungguh terkejut kami menemukannya sudah tak bernyawa di dekat pantai Gedapo. Entah pesan apa yang disampaikan Paus ini sehingga dia justru berjuang untuk tetap dekat dengan pantai bukan ke laut lepas,”ungkap Kades Ahmad Sofyan dilansir Waspada.

Viral, Nelayan Selamatkan Ikan Paus Sepanjang 12 M di Asahan

Para pejabat setempat juga datang ke lokasi ditemukan bangkai ikan paus tersebut, seperti Bupati Asahan Surya, Walikota Tanjungbalai H.Syahrial, Dandim 0208 Letkol Inf SM Beruh, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, Wakapolres Asahan Kompol M.Ikhwan, Dan Lanal Letkol Dafris, Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira,SIK dan sederetan nama pejabat lainnya, Selasa (14/1/2020).

Bupati Surya menegaskan untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus dari bangkai paus yang mulai membusuk itu memilih untuk memuseumkan kerangka ikan paus tersebutyang bisa dijadikan media edukasi.

Tiga petugas Rahmadshah Galleri Medan dibantu warga mulai bekerja mengevakuasi bangkai paus raksasa Megaptera Novaengliae ke daratan pantai untuk proses mutilasi atau memisahkan daging dan jeroan dari kerangkanya.

Proses mutilasi si bungkuk dilakukan warga setempat. Sedangkan soal tehnis dan syarat kerja oleh tiga petugas Rahmadshah Galleri untuk memastikan pilet si Bungkuk aman secara medis bagi orang yang terlibat dalam proses.

Paus Bungkuk (Megaptera novaeangliae) adalah paus balin, salah satu spesies rorqual terbesar, panjang paus bungkuk dewasa 12 sampai 16 meter dan memiliki berat 36.000 kilogram.

Paus Bungkuk memiliki bentuk tubuh yang istimewa, dengan sirip dada panjang dan kepala menonjol. Hewan ini adalah hewan akrobatik, sering muncul di permukaan air. Jantan mengeluarkan lagu yang terdengar selama 10 sampai 20 menit dan diulang untuk beberapa jam pada satu waktu. Peran lagu ini belum diketahui, walaupun sepertinya memiliki peran dalam berpasangan.