Demi Kelangsungan Bisnis, Garuda Potong Gaji Direksi, Komisaris dan Karyawan Selama Tiga Bulan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Demi Kelangsungan Bisnis, Garuda Potong Gaji Direksi, Komisaris dan Karyawan Selama Tiga Bulan

Bisnis | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 14:18 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pemotongan gaji komisaris, direksi dan karyawan saat pandemi virus Corona (COVID-19). Pemotongan gaji berkisar antara 10-50 persen tergantung dari jabatan yang diduduki.

Kebijakan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Kondisi Pandemi COVID-19.

Mengapa ini penting: Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan keputusan pemotongan gaji pegawai demi menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Konteks: Keputusan pemotongan gaji hanya bersifat penundaan dan akan dikembalikan pada saat yang sudah memungkinkan demi menjaga keberlangsungan bisnis dan menyelamatkan keuangan perusahaan.

"Langkah pemotongan gaji pegawai tersebut diberlakukan untuk memastikan business sustainability perusahaan tetap terjaga di tengah tekanan kinerja industri penerbangan dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19," kata Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Opsi terbaik: Saat ini industri penerbangan di seluruh negara termasuk Indonesia terkena imbas. Industri penerbangan banyak yang mengurangi operasionalnya, karena , masyarakat dilarang bepergian keluar rumah demi memutus rantai penularan Corona.

  • Pemotongan gaji ini merupakan opsi terbaik yang bisa diambil oleh perusahaan saat ini di tengah tantangan kinerja operasional.
  • Keputusan pemotongan gaji pegawai juga diambil dengan pertimbangan mendalam, yaitu perusahaan harus tetap bertahan dan meminimalisir dampak COVID-19.
  • Seluruh pegawai Garuda Indonedia diminta tidak mengkhawatirkan keputusan tersebut, karena manejemen memastikan tunjangan hari raya (THR) akan tetap dibayarkan sesuai aturan yang berlaku.
Pantas Impor Melulu, Ternyata Ada Mafia Alkes Kelas Berat di Indonesia

Besaran pemotongan: Pemotongan pembayaran gaji akan dilakukan selama tiga bulan terhitung mulai April-Juni 2020. Direksi dan Komisaris akan dipotong gajinya 50 persen.

Vice President, Captain, First Office, dan Flight Service Manager akan dilakukan pemotongan gajinya sebesar 30 persen. Seenior Manager dipotong 25 persen.

Flight Attendant, Expert dan Manager dilakukan pemotongan 20 persen. Duty Manager dan Supervisor sebesar 15 persen, serta Staff (Analyst, Officer atau setara) dan Siswa dipotong 10 persen.

"Sangat terpaksa Direksi harus mengambil langkah yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan perusahaan, salah satunya dengan melakukan pemotongan pembayaran take home pay," demikian bunyi surat edaran tersebut.

Tanggapan Kementerian BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan aksi pemangkasan gaji yang besarannya mulai dari 10-50 persen.

"Jadi bener ya, bahwa kami dapat info juga dari teman-teman Garuda kalau ada pemotongan seperti yang ada di surat tersebut," kata Arya di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Keputusan pemotongan gaji yang dilakukan Garuda murni aksi dari manajemen, bukan dari Kementerian BUMN

Manajemen Garuda memeliki hitung-hitungan sendiri untuk keberlangsungan bisnis perusahaan.

Kementerian BUMN menyerahkan masalah pemotongan gaji gaji komisaris, direksi dan karyawan kepada kebijakan internal manajemen Garuda.


0 Komentar