Demokrat Minta Pemkot Surabaya Siapkan Konsep Penerapan PSBB

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kota Depok bersiap menerapkan PSBB. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

SURABAYA, HALUAN.CO - Partai Demokrat meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk menyiapkan konsep penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk nantinya dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Menurut Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya, Moch Machmud, hal itu penting dilakukan sebagai langkah dalam menghadapi melonjaknya warga Kota Pahlawan itu yang positif COVID-19.

Mengapa ini penting: Pemkot Surabaya seharusnya sudah punya hitung-hitungan terkait untung dan ruginya jika PSBB itu diterapkan di Surabaya, baik itu dari aspek ekonomi, sosial, budaya maupun aspek lainnya. Konsep PSBB perlu disiapkan karena kasus positif COVID-19 di Surabaya terus melonjak.

"Sebaiknya, Pemkot Surabaya sudah mulai membuat konsep PSBB dan konsep itu dikonsultasikan ke Pemprov Jatim," kata Machmud di Surabaya, Sabtu (18/4/2020).

Konteks:

  • Dilansir dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya sempat mengalami lonjakan dari sebelumnya pada Sabtu (11/4/2020) hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Minggu (12/4/2020).
  • Kemudian pada Senin (13/4/2020) mengalami kenaikan 28 orang, Selasa (14/4/2020) 20 orang, Rabu (15/4/2020) 16 orang, Kamis (16/4) 2 orang, dan Jumat (17/4/2020) 4 orang. Sehingga total saat ini menjadi 250 orang.

PSBB langkah alternatif: PSBB adalah alternatif terakhir jika cara lain yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya ternyata tidak membuat warga yang terpapar COVID-19 menurun, melainkan terus naik.

"Meskipun PSBB belum tentu dipakai, namun Pemkot Surabaya sudah harus menyiapkan konsep dan sudah konsultasi ke Gubernur Jatim. Jika ternyata rencana itu tidak jadi dipakai juga tidak masalah," ujar Machmud.

Penyebaran COVID-19 di Surabaya: Tingginya kasus COVID-19 di Surabaya disebabkan karena banyaknya penularan yang terjadi dari luar Surabaya atau luar daerah. Selama ini banyak warga dari luar daerah datang ke Kota Surabaya melalui bandara, terminal, pelabuhan dan stasiun.

Muhammadiyah Desak Pemkot Surabaya Ajukan Penerapan PSBB

Yang dilakukan Wali Kota Tri Rismaharini:

  • Membuat surat edaran berupa imbauan kepada pengelola transportasi di Surabaya seperti bandara, terminal, pelabuhan dan stasiun, agar menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah daerah.
  • Meminta warga Surabaya yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) maupun terkonfirmasi positif COVID-19, untuk tidak takut membawa diri dan berobat di rumah sakit.

"Jika masyarakat tidak melakukan perawatan di rumah sakit, maka virus tersebut berpotensi menular kepada keluarga yang tinggal satu rumah," kata Risma.


0 Komentar