Dentuman di Jabodetabek Masih Misterius, Ini Pendapat Volkanolog ITB

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018. (Foto: itb.ac.id)

-

AA

+

Dentuman di Jabodetabek Masih Misterius, Ini Pendapat Volkanolog ITB

News | Jakarta

Minggu, 12 April 2020 22:02 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan dentuman yang terdengar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Hanya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM juga menyangkalnya.

Mengapa ini penting: LIPI dan PVMBG Kementerian ESDM sebagai lembaga yang memiliki otoritas dan keahlian sampai saat ini belum menjelaskan yang pasti darimana sumber dentuman itu sebenarnya. Sementara ada pendapat lain secara invidu menyebut dentuman itu berasal dari Anak Krakatau.

Konteks: Mantan Kepala PVMBG Kementerian ESDM Surono yang kerap disapa Mbah Rono meyakini suara dentuman yang terjadi berkali-kali bahkan terdengar hingga Sabtu sejak Jumat (11/4/2020) pukul 23.35 WIB, berasal dari aktivitas Anak Krakatau.

Apa katanya: “Malam hari yang sepi, semua mengisolasi diri, suara deru kendaraan lenyap terimbas corona. Maka tidak salah, dentuman GAK (Gunung Anak Krakatau) membahana, mengusir sepi. Itulah alam,” ujar Mbah Rono, Sabtu (11/4/2020), seperti dikutip kumparan.com.

Pendapat lain: Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T. menyatakan, suara dentuman bisa terjadi salah satunya karena aktivitas magma dari suatu gunung api, akibat perpindahan magma secara tiba-tiba dari dapur magma ke lokasi yang lebih dangkal.

"Kejadian ini mengakibatkan terjadinya kekosongan dan ambruknya dapur magma dalam, sehingga menghasilkan dentuman dan getaran di daerah sekitarnya," ujarnya seperti dikutip dari laman itb.ac.id.

  • Fenomena ini sering disebut underground explosion dan tidak selalu diikuti oleh suatu erupsi gunung api.
  • Perlu dikaji terlebih dahulu dengan data kegempaan serta perubahan temperatur dan pelepasan gas dari gunung-gunung di sekitar Jabodetabek termasuk Gunung Anak Krakatau.

Tentang Gunung Anak Krakatau: Mirzam Abdurrachman mengatakan Gunung Anak Krakatau baru muncul ke permukaan sejak tahun 1927. Sejak tahun tersebut, Anak Krakatau tumbuh besar dan mempesona. Gunung Anak Krakatau adalah sisa sejarah panjang letusan Krakatau Purba yang berlangsung sejak abad ke-5, hingga letusan di tahun 1883 yang hanya menyisakan Rakata, Panjang dan Sertung.


0 Komentar