Derita 3,5 Juta WNI di Saat Malaysia Menerapkan Lockdown

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
TKI yang dipulangkan ke Indonesia dari pelabuhan Kukup, Malaysia lewat pelabuhan Karimun beberapa hari lalu. (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Derita 3,5 Juta WNI di Saat Malaysia Menerapkan Lockdown

Nasional | Jakarta

Senin, 13 April 2020 14:40 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk memulangkan sekitar 3.5 juta Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih terkurung di Malaysia sejak negara tetangga itu menerapkan lockdown 18 Maret lalu.

Mengapa ini penting: Kebanyakan mereka bekerja di sektor informal dan tidak sedikit yang diputus kontraknya. Mereka pekerja harian lepas, praktis tidak ada pekerjaan dan kehilangan pendapatan. Terlebih lagi, masa lockdown di Negeri Jiran itu hingga akhir April nanti.

Konteks: Wabah virus corona atau COVID-19 yang kini melanda dunia, tidak terkecuali Malaysia. Untuk mencegah penyebaran virus corona tersebut, Malaysia telah menerapkan lockdown sejak 18 Maret lalu dan terakhir diperpanjang hingga 28 April 2020.

Bagaimana kondisi mereka:

• Menurut informasi yang diperoleh anggota Komisi Luar Negeri DPR RI Sukamta, WNI yang terdampak kebijakan lockdown di Malaysia tersebar di berbagai wilayah dengan berbagai kondisi.

• Ada di antara WNI yang hari-hari ini bertahan dengan makan roti tawar saja atau bahkan air keran saja. Sebagian ada yang lari ke hutan dan kebun mencari umbi-umbian yang bisa dimakan untuk bertahan hidup.

"Dalam kondisi seperti ini tidak peduli lagi status mereka legal atau ilegal, yang penting mereka termasuk tumpah darah Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan dari Negara," kata Sukamta dalam pernyataan persnya, Senin (13/4/2020).

Harapannya:

• Pemerintah perlu mempertimbangkan strategi taktis, seperti pemulangan TKI secara bertahap untuk memberikan perlindungan bagi 3,5 juta WNI dalam situasi tidak menentu ini.

• Pemerintah mesti berpikir solusi ke depan dan berpikir menghadapi kondisi terburuk. Seandainya lockdown ini akan berlangsung lebih lama dari perkiraan perlu pemulangan TKI secara masif dan bertahap. Jangan sampai nama Indonesia tercoreng karena dianggap menelantarkan warganya di Malaysia.

• Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia sudah memberikan bantuan sembako, tetapi jumlah bantuan masih sangat jauh dari kebutuhan berdasarkan jumlah WNI yang memerlukan.

Waspada! OTG Positif Corona Ditemukan di Sejumlah Daerah

"Saya berharap Pak Dubes Rusdi Kirana bisa memimpin langsung dan menunggui proses penyelamatan anak-anak bangsa yang terpaksa mencari nafkah di negeri orang ini. Dulu waktu fit and proper test di DPR, Pak Dubes sempat menangis karena terharu dengan TKI kita di Malaysia dan tergerak untuk membantu. Nah, inilah saat yang tepat untuk mewujudkan keinginan beliau tersebut," ungkap Sukamta.


0 Komentar