Dewan Pers dan Pemerintah Bahas Insentif untuk Wartawan saat Pandemi COVID-19

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Video conference Dewan Pers dan Asosiasi Pers dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh bersama para konstituen dari Persatuan Wartawan Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, Serikat Perusahaan Pers, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, Serikat Media Siber Indonesia, Pewarta Foto Indonesia serta Forum Pemred melakukan video conference dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu (11/4/2020).

Mengapa ini penting: Sebagaimana dokter dan tenaga kesehatan, wartawan atau jurnalis juga memiliki peran dalam penanganan pandemi COVID-19. Pers dengan perannya menyiarkan setiap perkembangan COVID-19 kepada masyarakat, sehingga publik dapat mengetahui mengenai cara pencegahan dan penyebaran virus Corona.

Konteks: Pers berada di garda terdepan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan penanganan COVID-19. Namun, pers ternyata tidak mendapatkan perlindungan yang memadai mengenai keselamatannya dalam bertugas. Bahkan sudah ada yang terpapar virus Corona. Disamping itu, pers juga menjadi korban PHK, karena perusahaan tempat mereka bekerja melakukan efisiensi manajemen selama pandemi COVID-19.

Pendapat Dewan Pers: Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh menyampaikan poin-poin yang diusulkan Dewan Pers dan konstituen kepada pemerintah. Dalam surat usulan mengenai Insentif Pemerintah Untuk Keberlangsungan Perusahaan Pers dalam masa Krisis Akibat Pandemi Covid-19 dinyatakan perlunya perlindungan terhadap industri pers di tengah wabah sekarang.

"Dengan tetap menjaga independensi dan profesionalisme pers, pemerintah melalui cara ini dapat berperan mendukung keberlangsungan hidup perusahaan pers yang kredibel pada situasi krisis," kata M Nuh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2020).

Pendapat Menko Perekonomian: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sudah memasukkan industri pers dalam stimulus bagi badan usaha.

⦁ Hanya saja permintaan terkait listrik gratis tidak bisa dikabulkan karena sudah ditentukan hanya dibebaskan untuk pelanggan dengan 450 KV dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900 KV.

"Untuk pengurangan pajak prinsipnya disetujui, kecuali pajak penghasilan sampai Februari 2020. Poin-poin yang diusulkan Dewan Pers akan dibahas dalam paket kebijakan lainnya yang akan dikaji oleh pemerintah," ucap Airlangga.

Pendaftaran Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka Pemerintah

Usulan Dewan Pers: Dalam surat tertanggal 9 April, M Nuh menyampaikan sejumlah usulan insentif untuk perusahaan pers di tengah pandemi Covid-19 setelah berbicara dengan konstituen pers nasional. Poin yang disampaikan Dewan Pers kepada pemerintah adalah:

  • Penghapusan kewajiban pembayaran PPh 21, 22, 23, 25 selama tahun 2020.
  • Penghapusan PPH omzet untuk perusahaan pers tahun 2020.
  • Penangguhan pembayaran denda-denda bayar pajak terhutang sebelum 2020.
  • Pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan tahun 2020 ditanggung oleh negara.
  • Pemberlakuan subsidi 20 persen dari tagihan listrik bagi perusahaan pers selama masa pandemi berlangsung
  • Pengalokasian anggaran diseminasi program dan kinerja pemerintah untuk perusahaan pers yang terdaftar di Dewan Pers. Dengan demikian, serta dengan tetap menjaga independensi dan profesionalisme pers, pemerintah melalui cara ini dapat berperan mendukung keberlangsungan hidup perusahaan pers yang kredibel pada situasi krisis.
  • Pemberlakuan subsidi sebesar 10 persen (sepuluh persen) per kilogram pembelian bahan baku kertas untuk media cetak. Subsidi ini sangat penting karena harga kertas yang mengikuti pergerakan kurs rupiah terhadap dolar pada situasi krisis semakin memberatkan hidup media massa cetak.
  • Penghapusan biaya Izin Stasiun Radio (ISR) dan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) untuk media penyiaran radio dan media penyiaran televisi tahun 2020.
  • Pemberlakukan ketentuan tentang paket data internet bertarif rendah untuk masyarakat kepada perusahaan penyedia layanan internet. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi turunnya daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi pasca-pandemi yang juga dapat menyebabkan turunnya tingkat readership masyarakat terhadap berita berkualitas. Padahal readership yang tinggi justru menjadi kebutuhan pada masa krisis.

Usulan akan ditindaklanjuti: Menanggapi usulan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebagian dari poin tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan menteri terkait.

  • Poin lainnya akan disampaikan ke pihak terkait seperti pengelola jasa internet swasta.
  • Sejumlah aspirasi lainnya dalam video conference juga disampaikan oleh Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia dan Serikat Media Siber Indonesia.

Hadir dalam video conference itu Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid yang memberi dukungan apa yang disampaikan Dewan Pers. Meutya mengaku risau saat mendapat kabar adanya sejumlah wartawan yang dinyatakan positif COVID-19 karena masih harus bertugas di lapangan.

Pendapat Komisi I DPR: Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengajak wartawan lebih peduli akan keselamatan diri saat mewartakan informasi di lapangan terutama informasi yang berhubungan dengan COVID-19.

  • Pers menjadi pilar yang sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat khususnya di saat kondisi seperti sekarang ini.
  • Wartawan diminta selalu menjaga jarak yang aman dalam melakukan tugasnya.
  • Wartawan bisa juga melakukan pelaporan-pelaporan dari rumah saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terutama menjaga jarak dari anggota keluarga di rumah.
  • Metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui televisi pool, televisi streaming, telepon seluler, dan sebagainya.
  • Perusahaan Pers tempat wartawan bekerja agar selalu membekali wartawan dengan edukasi dan tata cara melakukan peliputan lapangan dengan metode jaga jarak aman fisik (physical distancing).

"Kepada para wartawan yang menjadi garda terdepan di saat pandemi seperti saat ini, kami mohon juga untuk melakukan disiplin mandiri (self discipline) dalam peliputan-peliputan terkhusus liputan COVID-19," kata Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR RI


0 Komentar