Dewan Pers Usul Pemerintah Kucurkan Stimulus untuk Media

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh. (Foto: Liputan6.com)

-

AA

+

Dewan Pers Usul Pemerintah Kucurkan Stimulus untuk Media

News | Jakarta

Minggu, 05 April 2020 18:30 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengusulkan kepada pemerintah agar memberi stimulus pada perusahaan pers, berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) serta pemberian keringanan pajak. 

Usulan Dewan Pers tersebut disampaikan saat mengadakan pertemuan digital antara Menkominfo, Dewan Pers, para pemimpin redaksi dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pada Jumat lalu.

"Khususnya bagi media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya dolar Amerika Serikat. Kondisi itu memicu kenaikan harga kertas," ujar Nuh dalam keterangannya, Minggu (5/4/2020).

Menurut Nuh, stimulus ini sangat dibutuhkan perusahaan pers untuk menghadapi penurunan pendapatan di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

Penurunan pendapatan perusahaan media terjadi mulai dari pendapatan iklan, berkurangnya pembeli atau pembaca serta lonjakan biaya operasional.

Apalagi saat ini perusahaan pers, dengan produk ragam media, baik cetak dan digital, menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan informasi yang valid dan terkini terkait perkembangan dan pencegahan corona di Indonesia.

Dewan Pers juga mengusulkan kepada pemerintah untuk memasukkan wartawan atau jurnalis dari perusahaan pers terakreditasi yang di daerah untuk bisa mendapat jaring pengaman sosial laiknya kelompok masyarakat lainnya.

Dewan Pers juga meminta pemerintah daerah memberikan bantuan alat perlindungan diri (APD) bagi para jurnalis yang meliput Covid-19 atau peristiwa dan event yang terkait.

Upaya ini penting dilakukan agar bisa menciptakan informasi terpercaya terhadap perang melawan corona. "Media massa telah menunjukkan peran aktif dalam membantu memerangi Covid-19,” tegas Nuh.

Update Virus Corona: 2.273 Pasien Positif, 164 Sembuh, 198 Meninggal

Ditegaskan Nuh, dalam langkah perang melawan corona sekarang ini, sangat dibutuhkan peran serta media massa dalam menyajikan informasi yang terpercaya. Apalagi, memang sudah selayaknya media massa menjadi rumah penjernih informasi bagi publik.

"Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan," tukasnya.


0 Komentar