Di Jepang Muncul Larangan Pakai Kacamata bagi Perempuan, Kok Bisa?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Perempuan berkacamata tengah bekerja. (Foto: Pixabay)

-

AA

+

Di Jepang Muncul Larangan Pakai Kacamata bagi Perempuan, Kok Bisa?

Lifestyle | Jakarta

Minggu, 26 April 2020 12:37 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Selain soal COVID-19, belakangan jagat media sosial di Jepang tengah ramai menggunjingkan soal larangan bagi perempuan mengenakan kacamata di tempat kerja. Ini memang bukan peraturan yang dibuat pemerintah melainkan beberapa perusahaan saja.

Mengapa ini penting: Tentu tak ada yang menyangsikan bahwa Jepang adalah negara maju tapi dalam urusan lain bisa lebih konservatif dan bias gender. Muncul pertanyaan masif, "Mengapa laki-laki diizinkan untuk memakai kacamata tetapi perempuan tidak?"

Konteks: Sejumlah perusahaan di Jepang seperti dikutip dari NHK, melarang perempuan mengenakan kacamata dengan sejumlah alasan. Larangan itu mengundang reaksi masyarakat di media sosial karena dianggap berat sebelah. Sementara laki-laki tidak dilarang. Sejumlah perempuan terpaksa mengenaan kacamata karena memang ada yang tidak bisa mengenakan lensa kontak selain karena alergi atau gampang iritasi juga harganya dianggap mahal.

Apa katanya: "Ketika perempuan dilarang melakukan sesuatu dan laki-laki diizinkan itu merupakan diskriminasi. Perempuan dinilai berdasarkan penampilannya karena anggapan seperti ‘perempuan harus cantik’ atau ‘berpenampilan menarik' merupakan langkah pertama untuk kesuksesan," kata Sook Ja Park, seorang konsultan keberagaman.

Jenis pekerjaan yang pegawainya dilarang berkacamata: Pekerjaan itu di antaranya resepsionis, terapis kecantikan, pramusaji, pramugari dan pekerja di tempat penitipan anak.

Alasan pelarangan:

• Bagi resepsionis, perempuan yang memakai kacamata tampak dingin.

• Terapis pijat di salon, berkacamata dianggap menciptakan atmosfer yang suram.

• Pramusaji di restoran yang mengenakan kimono tidak cocok mengenakan kacamata dan saat menyajikan makanan panas kacamata akan berkabut.

• Pramugari juga diilarang menggunakan kacamata karena kacamata gampang jatuh dan sangat bahaya bila situasi darurat. Ini ada aturannya di maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways.

Bagaimana dengan penyiar televisi: NHK tidak melarang penyiar perempuan mengenakan kacamata. Namun sampai saat ini tidak ada perempuan yang mengenakannya. Asahi Inoue merupakan salah satu dari penyiar berita NHK yang sehari-hari mengenakan kacamata tetapi saat akan bersiaran ia memakan lensa kontak. "Kacamata membuat wajahnya tampak berubah dan dapat mengubah kesan pemirsa. Saya ingin pemirsa mengingat wajah tanpa kacamata," ujarnya.

Upaya melawan diskriminasi: Kota Sabae di Provinsi Fukui, Jepang tengah, daerah produksi rangka kacamata yang menguasai pasar Jepang hingga 90 persen. Mereka menolak larangan perempuan mengenakan kacamata dan kini mengajari perempuan yang berkimono untuk mengenakan kacamata yang cocok bagi mereka.

"Perusahaan harus memiliki alasan melarang penggunaan kacamata. Namun, aneh jika larangan itu hanya diterapkan terhadap perempuan. Kacamata dapat menunjukkan kepribadian si pengguna," kata pejabat Humas Kota Sabae.


0 Komentar