Di Kalbar, 3.235 Tenaga Kerja Dirumahkan Akibat COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Para pekerja pabrik di Salatiga sedang berjalan di kawasan pabrik pada jam istirahat. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Di Kalbar, 3.235 Tenaga Kerja Dirumahkan Akibat COVID-19

Regional | Jakarta

Minggu, 26 April 2020 18:41 WIB


PONTIANAK, HALUAN.CO - Sebanyak 3.235 tenaga kerja di Kalimantan Barat dirumahkan akibat dampak dari virus corona atau COVID-19. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker), Provinsi Kalbar, Ignasius, data itu tercatat hingga Jumat (24/4/2020). 

Mengapa ini penting: Geliat usaha di Kalimantan Barat lesu akibat pandemi COVID-19. Angka 3.235 tenaga kerja itu diperkirakan akan terus bertambah, tergantung dari keadaan perusahaan yang ada di Kalbar dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang masih terjadi saat ini.

"Dari 3.235 tenaga kerja yang dirumahkan tersebut, 621 orang di antaranya merupakan dampak dari pandemi COVID-19. Data itu terhimpun hingga 24 April 2020," kata Ignasius dilansir dari Antara, Minggu (26/4/2020).

Konteks: Berbagai daerah turut terdampak lesunya perekonomian imbas COVID-19, termasuk Kalbar. Berdasarkan rekapitulasi laporan tenaga kerja, ada 161 perusahaan di Kalbar yang terlibat dalam merumahkan dan melakukan PHK karyawannya.

Bagaimana soal gaji dan tunjangan: Untuk gaji ataupun tunjangan para pegawai yang dirumahkan, hal itu tergantung dari kesepakatan perusahaan dengan karyawannya.

"Jadi semua tergantung dari kesepakatan perusahaan dengan para pekerja. Biasanya tenaga kerja yang bermasalah lapor ke kita, mungkin ada juga yang lapor ke dinas kabupaten/kota. Provinsi sementara ini masih tangani masalah-masalah yang lama," ujar Ignasius.

Pengusaha di Kubu Raya menutup usahanya: Saat ini, mulai banyak tempat usaha di Kubu Raya yang sementara waktu menghentikan aktivitas usahanya secara tak langsung. Hal itu membuat karyawan dirumahkan.

"Kami juga memaklumi dengan kondisi sulit seperti saat ini membuat banyak pelaku usaha yang sementara waktu menutup usahanya sehingga pada akhirnya juga membuat banyak karyawan yang ikut dirumahkan," kata anggota DPRD Kubu Raya, Amri.

Imbauan DPRD:

• Para pelaku usaha untuk tetap memberikan perhatian bagi para karyawan masing-masing.

• Pihak perusahaan bisa tetap memberikan tunjangan walaupun memang diakui di sisi lain ini menjadi berat di perusahaan seperti hotel atau pusat perbelanjaan.

"Karena dengan sepinya pengunjung membuat mereka tidak bisa memiliki penghasilan seperti hari-hari normal biasanya," ungkap Amri.

Positif COVID-19 Tembus 8.882, Sembuh 1.107, Meninggal 743 Orang

Perlu kerja sama dan solidaritas:

• Dalam situasi seperti saat ini, dibutuhkan kerja sama dan solidaritas semua pihak .

• Pihak pemerintah daerah Kubu Raya perlu mendata semua karyawan swasta yang terdampak COVID-19 dan nantinya bisa diberikan bantuan seperti kebutuhan pokok dan sejenisnya untuk meringankan beban para karyawan yang dirumahkan.


0 Komentar