Di KTT, Turki dan Malaysia Bahas Mata Uang Bersama untuk Negara Muslim
Pertemuan meja bundar pada KTT di Kuala Lumpur. (Foto: Malaysia)

MALAYSIA, HALUAN.CO - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yakin negaranya dan Malaysia bisa meningkatkan kerja sama dalam hal keuangan Islam untuk keuntungan bersama.

Hal itu disampaikan Erdogan dalam sesi meja bundar pada KTT Kuala Lumpur 2019, dengan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Kami (Turki) perlu memasukkan keuangan Islam dalam agenda kami, menjadikannya prioritas. Kami percaya Malaysia memiliki keuntungan menjadi pelopor dalam keuangan Islam. Jadi kami dapat bekerja dengan bank kami, peserta swasta … kami memiliki model seperti Sukuk,” kata Erdogan dikutip dari Kantor Berita Malaysia, BERNAMA, Kamis (19/12/2019).

"Ini adalah salah satu potensi utama di negara kita (Turki). Kita dapat memunculkan rincian, rencana aksi melalui kelompok kerja untuk mengatasi masalah ini," sambungnya, seraya menambahkan bahwa area lain yang dapat dieksplorasi adalah teknologi dan inovasi.

Erdogan mengatakan, negara-negara Muslim harus memanfaatkan keunggulan mereka dalam hal sumber daya, populasi dan lokasi geografis untuk keuntungan.

Negara-negara muslim, lanjut Erdogan, harus mempertimbangkan kekurangan dan menyusun strategi untuk mengatasi masalah seperti kemiskinan.

Erdogan juga mendesak umat Islam untuk menyelesaikan masalah mereka. Mereka seharusnya tidak mengambil jalan keluar yang mudah dengan menyalahkan orang lain atas masalah yang mempengaruhi umat.

Identitas Bersama

Sementara, PM Malaysia Mahathir Mohamad mengaku menyambut baik untuk menentukan mata uang kripto khusus negara-negara Islam.

Dikatakan Mahathir, Malaysia sudah lama mengkooptasi ide mata uang bersama untuk negara-negara Islam. Namun, ada kekuatan sebagai penghalang atas terwujudunya proposal tersebut.

"Ini karena ketika mata uang mereka (kedaulatan) digunakan oleh orang lain, itu memberi mereka kekuatan ekstra,” katanya.

“Ini adalah pertama kalinya kami mendengar Iran dan Turki berpendapat bahwa jika kami tidak memiliki dolar AS, kami dapat menggunakan mata uang kami sendiri atau mata uang bersama yang kami dapat (negara-negara Islam) ciptakan jika kami setuju."

Mahathir mengatakan hal ini ketika meminta reaksinya terhadap proposal Presiden Rouhani untuk memiliki mata uang kripto khusus untuk negara-negara Muslim di meja bundar.

Dalam perkembangan lain, Mahathir mengatakan Malaysia bersedia bekerja sama dengan Iran dan Turki di bidang teknologi karena kedua negara lebih maju di bidang ini daripada negara-negara Islam lainnya.

KTT empat hari itu bertujuan untuk membahas dan menemukan solusi baru untuk masalah yang dihadapi dunia Islam dan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan Negara Islam secara umum.