Di Tengah COVID-19, IDAI Ingatkan Para Orang Tua Tetap Perhatikan Imunisasi Anak

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi imunisasi anak. (Foto: Vaccinationcouncil.org)

-

AA

+

Di Tengah COVID-19, IDAI Ingatkan Para Orang Tua Tetap Perhatikan Imunisasi Anak

Health | Jakarta

Sabtu, 25 April 2020 10:50 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memandang perlu dilakukan edukasi kepada para orang tua dengan tujuan meningkatkan kesadaran agar jadwal imunisasi pada anak sesuai usia tetap diberikan, walaupun di tengah pandemi COVID-19.

Apalagi kasus corona diprediksi terus meningkat hingga bulan Juli. Karenanya, diperlukan terus mewaspadai pelaksanaan imunisasi dalam masa pandemi ini.

Mengapa ini penting: Jadwal rutin pemberian imunisasi tujuannya untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imun.

"Yang diprioritaskan adalah anak-anak yang berusia di bawah 18 bulan," ujar Dokter Spesialis Anak dan Satuan Tugas atau Satgas Imunisasi IDAI Ismoedijanto, Sabtu (25/4/2020).

Konteks: Saat ini masyarakat, penyelenggara fasilitas kesehatan, dan dokter spesialis anak mengalami berbagai kebingungan dalam melaksanakan pelayanan imunisasi pada anak.

Pentingnya imunisasi anak:

• Memperhatikan anak agar tetap sehat sangat penting. Imunisasi lengkap sesuai Rekomendasi IDAI dan Permenkes harus tetap dilakukan sehingga tidak meningkatkan risiko terkena COVID-19.

• Untuk di wilayah penularan luas COVID-19 apabila tidak memungkinkan diberikan imunisasi pada anak, dapat ditunda hingga 1 bulan.

• Pada intinya, imunisasi dasar pada anak harus diberikan.

• IDAI merekomendasikan salah satu vaksin yang dipakai adalah vaksin pneumonia.

• Vaksin ini diberikan untuk mencegah pneumonia yang bukan karena SARS-CoV-2.

• Bila tidak mungkin dilaksanakan pelayanan imunisasi, dapat diundur dan direncanakan imunisasi kejar sesegera mungkin.

Yang perlu diperhatikan saat imunisasi:

• Untuk pengaturan fasilitas kesehatan yang melayani imunisasi, serta ruang khusus, harus memperhatikan physical distancing yang berarti datang tepat waktu.

• Mengatur alur masuk dan keluar sehingga terpisah dari jalur pasien sakit, serta perjanjian online (mengatur jam khusus dan hari tertentu untuk imunisasi) sebaiknya diterapkan.

Skrining yang dilakukan di awal dilakukan kepada orangtua/pengantar anak yang akan diimunisasi beserta anak.

Skrining tidak hanya suhu, tapi adanya batuk/pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Selain itu, penggunaan masker untuk seluruh lapisan masyarakat diperlukan.

• Dalam melaksanakan pelayanan imunisasi diatur mengikuti pedoman keamanan COVID-19 terutama social atau physical distancing.

Perhimpunan Dokter NU: Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Hadapi Corona

Harapan IDAI:

• IDAI mengharapkan agar tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat memahami pentingnya melengkapi imunisasi sesuai usia, agar anak terlindung dari berbagai penyakit yang berisiko menimbulkan kecacatan dan kematian.

• Orang tua sebaiknya mencocokkan jadwal imunisasi anak agar dapat merencanakan kunjungan ke fasilitas kesehatan yang melayani imunisasi.

• Fasilitas kesehatan yang melayani imunisasi hendaknya sudah melakukan pemisahan kunjungan anak sehat untuk imunisasi dari kunjungan pasien yang sakit.

• Apabila direncanakan dengan baik, diharapkan layanan imunisasi dapat tetap berjalan, dan sedapat mungkin cakupan imunisasi diupayakan tidak turun terlampau rendah.


0 Komentar