Dibuat Lintasan Gajah di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai, Berpotensi Jadi Kawasan Ekowisata
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, HALUAN.CO - Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Riau akan dilakukan uji coba pada tanggal 20 Desember 2019 mendatang.

Ada hal yang istimewa dalam pembangunan tol Pekanbaru-Dumai, yaitu dibangunannya enam tempat perlintasan gajah.

"Sejauh ini dalam pembangunan jalan tol di Indonesia tidak ada dibangun perlintasan gajah. Ini baru pertama kalinya dibangun perlintasan gajah di Riau," kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, M Fauzan, Rabu (4/12/2019).

Perlintasan gajah ini sengaja dibuat agar pembangunan jalan bebas hambatan tersebut tidak menganggu habitat ataupun aktivitas gajah yang sering melintas di sekitar area pembangunan tol tersebut.

“Totalnya ada enam lintasan gajah yang kami siapkan. Ada satu lintasan yang lebih lebar di seksi dua dan sisanya di seksi empat. Jadi nanti gerombolan gajah yang biasanya lewat di sana tidak terganggu, mereka lewat terowongan lintasan gajah tersebut,” kata Fauzan seperti dikutip Haluanriau.co, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Pekanbaru.

Ia menjelaskan, bahwa konstruksi pembuatan terowongan migrasi gajah ini memakan biaya yang cukup besar. Apalagi setiap lorongannya dibuat lebih lebar dan tinggi demi kenyamanan gajah tersebut. Dan bisa saja perlintasan berpotensi jadi kawasan ekowisata.

“Jalannya itu kan kita tinggikan lalu dibuat lorong di bawahnya. Kontruksinya hampir mirip seperti flyover SKA itu. Lebar lorongnya saja kita buat 25 meter dan tingginya sekitar lima meter lebih. Agar gajahnya nyaman,” katanya.

Apakah lintasan gajah ini dibuat ekowisata, menurut dia harus dibicarakan dulu dengan bagian yang membidangi itu. Misal, ada rest area di dekat situ apakah itu dianggap menganggu gajah atau tidak.

Pekerjaan Dikebut

Pengerjaan jalan tol iru terus dikebut oleh pihak Hutama Karya, karena dijadwalkan pada tanggal 20 Desember mendatang akan dilakukan ujicoba laik jalan oleh pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama tim.

Fauzan mengatakan, ujicoba laik jalan akan dilakukan untuk seksi satu dan seksi dua. Dari hasil kalayakan inilah akan menjadi pegangan bagi pihak HK untuk membuka secara umum jalan tol Pekanbaru-Dumai untuk seksi satu

“Konstruksi secara keseluruhan sudah selesai, untuk seksi 1 sepanjang 9 Kilometer lebih. Minggu depan harus sertifikasi ujicoba layak fungsi, dan akan datang tim uji layak fungsi. Begitu layak dari kementrian PUPR langsung kita buka untuk umum,” jelas Fauzan.

“Biasanya dari hasil kalaikan, apakah tidak layak fungsi akan dikeluarkan. Kalau ada kekurangan di kasi waktu, biasnya ada tapi segera diperbaiki. Kalau memang selesai perbaikan tak banyak, ditargetkan Desember atau awak Januari Mentri PUPR yang memutuskan,” jelasnya.

Dijelaskannya, secara keseluruhan, dari seksi 1 sampai seksi 6 ditargetkan bulan Maret sudah dibuka secara keseluruhan.