Diduga tak Mau Sekolah lagi, Siswa SMAN 9 Tanjabtim Akhiri Hidupnya di Tiang Gantungan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Polisi tengah melakukan identifikasi terhadap jenazah Rajo Riski Hikmah, siswa SMAN 9 Tanjabtim, Jambi (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

TANJABTIM, HALUAN.CO - Rajo Riski Hikmah, salah seorang siswa SMAN 9 Tanjungjabung Timur (Tanjabtim),Jjambi mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di depan teras rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB, Rabu (11/12/2019) pagi ini. Sontak saja aksi bunuh diri ini menghebohkan warga Desa Teluk Majelis, Kabupaten Tanjabtim, Jambi. 

Belum diketahui motif Rajo mengakhiri hidupnya, namun ada dugaan siswa SMAN 9 Tanjabtim tersebut ingin berhenti sekolah dan lebih memilih bekerja, tetapi keinginannya tersebut diitolak.

Korban bernama Rajo Riski Hikmah yang merupakan salah seorang siswa di SMAN 9 Tanjabtim. Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kapolsek Kuala Jambi, Ipda Mulyon membenarkan pristiwa itu. Menurutnya berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB.

“Salah seorang warga bernama Japandi yang ingin pergi kerja ke PT. WKS distrik 7, melihat dari kejauhan ada orang yang tergantung didepan rumah. Melihat hal itu, kemudian saksi langsung berteriak,” kata Kapolsek kepada Haluanjambi.co (Haluan Media Grup).

Lantas kata Kapolsek, mendengar teriakan saksi, paman korban yang berada tidak jauh dari rumah korban langsung keluar rumah dan bertanya kepada Japandi. Kemudian Japandi memberitahu paman korban, bahwasannya ada orang yang tergantung di depan rumah korban.

“Selanjutnya paman korban langsung menuju rumah tersebut bersama istrinya. Setelah sampai, mereka langsung menurunkan korban dari gantungan tali tersebut,” jelasnya lagi.

Sementara itu, menurut hasil identifikasi kejadian dan hasil visum korban, kejadian tersebut riil gantung diri, namun motif dan penyebabnya belum bisa dipastikan.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengetahui motif kejadian tersebut,” tegasnya.

Selain itu, menurut keterangan orang tua korban sendiri, beberapa hari yang lalu, korban sempat mengatakan mau berhenti sekolah. Bahkan sejak dari ujian dimulai, korban sudah tidak masuk sekolah lagi, korban lebih memilih mau bekerja saja.

“Sebelum gantung diri, sekitar jam 3.00 WIB anakku masih menonton televisi dan juga sempat masak,” katanya.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar