Dikecam China Gegara Singgung Uighur, Mesut Ozil Ramai-ramai Dibela Warga Turki

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pemain Arsenal berdarah Turki, Mesut Ozil. (FOTO: alaraby.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Gelandang klub sepak bola asal Inggris, Arsenal, Mesut Ozil, menuai kecaman warganet China karena kritikannya terhadap kebijakan negara tersebut terhadap minoritas Muslim dari etnis Uighur yang ada di Provinsi Xinjiang.

Pemain Jerman berdarah Turki itu dalam Twitternya merujuk Daerah Otonomi Xinjiang, China, yang banyak dihuni etnis Uighur tersebut dengan sebutan "East Turkistan". Ia menyebut minoritas Uighur sebagai "pejuang yang melawan penganiayaan".

Gara-gara itu, warganet dan penggemar sepak bola di China pun langsung menyayangkan kicauan tersebut. Mereka menganggap, Ozil tidak seharusnya turut mencampuri urusan dalam negeri China dengan menunjukkan dukungannya terhadap kelompok separatisme di Xinjiang.

Namun, Ozil kini mendapatkan dukungan dari warga Turki. Ribuan orang berkumpul di Istanbul pada Jumat (20/12/2019) guna mendukung Uighur sekaligus menyuarakan solidaritas kepada pemain Timnas Jerman tersebut.

Dilansir dari Reuters, massa di Istanbul membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan penyiksaan" dan meneriakkan "China pembunuh, bebaskan Turkestan Timur" serta "Turkestan Timur tidak sendirian," menggunakan istilah yang digunakan Uighur untuk Xinjiang.

"Tindakan terhormat Mesut Ozil menginspirasi kami. Semua orang harus menyuarakan perlawanan terhadap tiran ini, seperti yang dilakukan Mesut," kata Adem Adil, salah satu partisan aksi tersebut, seperti dilansir dari Reuters.

BACA JUGA: Gegara Isu Uighur, Klub Jerman Batalkan Proyek Akademi Sepakbola dengan China

PBB dan sejumlah kelompok HAM sendiri memperkirakan 1 hingga 2 juta orang yang kebanyakan etnis Muslim Uighur, ditahan dalam kondisi tak manusiawi di Xinjiang sebagai bagian dari apa yang disebut Beijing kampanye anti-terorisme.

Meski begitu, China kerap membantah penganiayaan terhadap Uighur. Bahkan, Kementerian Luar Negeri setempat menyebutkan bahwa Ozil termakan oleh "berita hoaks".

Tak hanya warga Turki, Ozil juga mendapatkan dukungan dari mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger. Ia membela hak pemain dan bintang Arsenal itu untuk mengekspresikan pandangannya.

Sementara itu, Arsenal berupaya menghindar untuk berkomentar terkait unggahan Ozil yang menuai kecaman dari warganet China tersebut. Pihak Arsenal mengatakan bahwa mereka selalu berpegang pada prinsip untuk tidak terseret dalam politik.


0 Komentar