Diklaim Bebas Corona, Ini Dia Lokasi Terpencil di Bumi yang Boleh Dikunjungi
Australian Antarctic Division (Foto: Sky News)

JAKARTA, HALUAN.CO - Bagi kamu yang hobi bepergian ke suatu tempat wisata pasti merasa gelisah dengan situasi sekarang kan? Yap, wabah virus corona yang melanda kurang lebih 180 negara telah melumpuhkan semua sektor.

Termasuk sektor industri parawisata yang merasakan langsung dampak dari virus corona ini. Bahkan beberapa negara melakukan lokcdown dan membatasi kunjungan dari warga negara lain guna menekan dan menghindari penularan Covid-19 ini.

Nah bagi kamu traveler sejati, ada lho tempat di bumi ini yang masih bisa dikunjungi dan diklaim bebas dari virus corona.

Tempatnya terpencil dan berada di Antartika, wilayah yang dipenuhi gunung es ini memiliki pemandangan yang indah. Kamu diharuskan berhati-hati bila berkunjung ke sini karena daerah ini memiliki cuaca yang berubah-ubah.

Garuda Tetap Layani Rute ke Australia dan Belanda

Dikutip dari harian Sydney Morning Herald, ada tiga tempat penelitian milik Australian Antarctic Division yang sangat menarik, yakni Casey, Mawson, dan Davis. Ketiga-tiganya terbebas dari infeksi virus Corona. Hal itu diungkapkan Dr Jeff Ayton, Chief Medical Officer.

Dr Jeff membeberkan daerahnya masih bebas dari virus corona lantaran rutin dilakuakn lockdown selama 9 bulan. Pengunjung yang datang pun diperiksa dengan ketat.

"Beruntung kami sudah beraksi sejak awal dan sudah melakukan persiapan. Kami juga mengontrol penuh akses masuk ke stasiun penelitian Antartika. Kondisi lingkungan yang sangat ekstrem, terisolasi dengan risiko tinggi menyebabkan hampir tidak ada kasus suspected COVID-19," ungkap Dr Jeff.

Ditambahkan Dr Jeff, situasi di Stasiun penelitian di Antartika pun sejauh ini masih aman. "Kami mulai bekerja bulan Januari, logistik datang sebelum kasus Corona di Australia. Kami membatalkan semua kegiatan bepergian yang tidak penting dan melakukan pemeriksaan spesifik terhadap semua personel kami, serta menambah persediaan obat-obatan," tambah Dr Jeff.


Penulis: Nurul Charismawaty