Din Syamsuddin dan Ganjar Pranowo Jadi Pemain Ketoprak
Din Syamsudin dan Ganjar Pranowo berper dalam ketoprak berjudul “Sang Surya Amajari Jagat”. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SURAKARTA, HALUAN.CO - Acara penutupan Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Lauching Coutdown Muktamar Muhammadiyah ke 48 di GOR UMS, Sabtu (28/12) malam yang diisi dengan pertunjukan ketoprak.

Yang menarik dari pertunjukan ketoprak tersebut adalah dari para pemainnya, karena mereka tokoh-tokoh terkenal di negeri ini.

Mereka menjadi pemain dalam pertunjukan ketoprak itu adalah tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bendahara PP Muhammadiyah Marpuji Ali dan Rektor UMS Sofyan Anif.

Ketoprak yang dipentaskan bersama RRI Solo dan sejumlah seniman Solo ini disutradari oleh Edi Sulistiyono dengan melibatkan 45 pemain lainnya yang menampilkan perjalanan berdirinya persyarikatan Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan yang berjudul “Sang Surya Amajari Jagat” .



Dalam penampilan yang berdurasi satu jam itu, Din Syamsudin berperan sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono VII (Raja Kasultanan Yogyakarta 1877-1921), Ganjar Pranowo sebagai Jenderal Gubernur Jawa Tengah, Marpuji Ali berperan sebagai Danurejo (Patih Dalem Kasultanan Yogyakarta) sedangkan Sofyan Anif Rektor UMS berperan sebagai Adipati Anom (Raja Kasunanan Kartasura).

Din mengatakan, lewat ketoprak yang berjudul ‘Sang Surya Amajari Jagat’ itu adalah tafsir dari tema Muktamar ke-48 di Surakarta yaitu ‘Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta’.

“Tema ini menjadi ciri khas Muhammadiyah karena memang Muhammadiyah memilih simbol organisasinya adalah matahari sang surya,” kata Din, dilansir dari lama Muhammadiyah.or.id.

Dijelaskan Din, sang surya sangat vital bagi kehidupan di jagat raya ini, termasuk di planet bumi ini. Maka secara simbolis gerakan Muhammadiyah yang memilih simbol matahari dan juga direfleksikan dalam lagu Sang Surya bertujuan untuk mencari dan mencerahkan bumi.

“Kalau bumi diibaratkan sebagai negara, bumi diibaratkan sebagai planet tempat umat manusia atau bangsa manusia membangun peradabannya, maka sang surya adalah sesuatu yang amat perlu bagi kehidupan di bumi itu sendiri ,” jelas Din.