Diragukan Para Ahli, Indonesia Dinilai Makin Bahaya bila Tak Mampu Deteksi Virus Corona
Petugas kesehatan berada di Pesawat Lion Air saat menjemput WNI dari Kota Wuhan, tempat terparah penyebaran virus corona. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Indonesa menjadi satu dari beberapa negara di Asia Tenggara yang belum menemukan kasus virus corona. Padahal, sejumlah negara, terutama di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, hingga Malaysia telag mengonfirmasi adanya kasus virus mematikan tersebut di negaranya. 

Belum adanya kasus virus corona di Indonesia membuat para ahli bertanya-tanya terkait kemampuan pemerintah RI dalam mendeteksi virus mematikan tersebut. Bahkan, mereka mulai meragukan kenapa Indonesia belum ada satupun yang positif terinfeksi virus corona.

Para ahli tersebut menduga, virus corona sebetulnya sudah ada di Indonesia, namun tidak terdeteksi.

"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," kata ahli epidemiologi dari Harvard TH Chan School of Public Health, Marc Lipsitch, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Lipsitch mengatakan, Indonesa dalam kondisi bahaya bila memang memang virus corona tidak terdeteksi secepat mungkin. Pasalnya, menurut dia, virus tersebut bisa membentuk epidemi yang sangat berbahaya.

"Kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara tersebut," ujar Lipsitch.

Ia kemudian mencoba menelaah dengan hitungan jumlah rata-rata penumpang yang terbang dari Wuhan ke negara lain di seluruh dunia. Dia menyebut, penerbangan dari China ke Indonesia sebelumnya sangat tinggi angkanya.

Dari data penerbangan itu, Lipsitch meyakini bahwa penyebaran virus akan lebih mudah sebetulnya.

Selain Lipsitch, ahli virus Christopher Mores dari Milken Institute School of Public Health University juga menyampaikan pandangan yang sama. Menurut dia, Indonesia mungkin tidak dapat menangkap virus atau gagal mendeteksinya.

"Atau kita hanya tidak menangkapnya dan menghitungnya, atau gagal saat mendeteksi," kata Mores.

Seperti diberitakan, virus corona terus membuat khawatir seluruh warga di dunia. Hingga kini, korban tewas terinfeksi virus corona di China sudah menembus angka 1.000, yaitu sudah mencapai 1.011 orang hingga Selasa (11/2/2020).

Melonjaknya jumlah korban yang dibunuh virus corona itu setelah Komisi Kesehatan Hubei melaporkan adanya 103 kamatian baru, seperti dilansir Channel News Asia.

Menyebar ke 27 negara

Dari data yang dihimpun, hingga kini sudah ada 27 negara yang menginformasi kasus virus corona di negaranya.

Di sejumlah negara juga melaporkan adanya peningkatan kasus virus yang pertama kali menyebar di Kota Wuhan, China tersebut.

Gile, Indonesia Bebas Corona Negara Asing Malah Usil

Berikut negara yang telah mengonfirmasi kasus virus corona:

1. Singapura 45 kasus

2. Hong Kong 42 kasus (1 meninggal)

3. Thailand 32 kasus

4. Korea Selatan 27 kasus

5. Jepang 25 kasus

6. Malaysia 18 kasus

7. Taiwan 18 kasus

8. Australia 15 kasus

9. Jerman 14 kasus

10. Vietnam 13 kasus

11. Amerika Serikat 12 kasus

12. Prancis 11 kasus

13. Makau 10 kasus

14. Inggris Raya 8 kasus

15. Kanada 7 kasus

16. United Arab Emirates 7 kasus

17. India 3 kasus

18. Italia 3 kasus

19. Filipina 3 kasus (1 meninggal)

20. Russia 2 kasus

21. Spanyol 2 kasus

22. Belgia 1 kasus

23. Kamboja 1 kasus

24. Finlandia 1 kasus

25. Nepal 1 kasus

26. Lanka 1 kasus

27. Swedia 1 kasus