Ditangkap KPK, Bupati Sidoarjo Mengaku Tak Tahu Kasusnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. (Foto: Jawapos)

-

AA

+

Ditangkap KPK, Bupati Sidoarjo Mengaku Tak Tahu Kasusnya

Regional | Jakarta

Rabu, 08 Januari 2020 08:25 WIB


SURABAYA, HALUAN.CO - Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 6 jam di gedung Subdit Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah diberangkatkan ke Jakarta, Rabu (8/1/2020) pagi.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan beberapa pejabat serta pegawai Pemkab Sidoarjo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sidoarjo pada Selasa (7/1/2020) malam.

Kemudian mereka dibawa penyidik KPK ke gedung Subdit Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, untuk diperiksa.

Dari gedung Subdit Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Bupati Saiful Ilah bersama pegawai Pemkab Sidoarjo dikawal penyidik KPK naik bus polisi menuju ke Bandara Juanda, untuk diterbangkan ke Jakarta.

Ketika ditanya wartawan saat digelandang menuju bus polisi, Bupati Sidoarjo dua periode ini mengaku dalam kondisi sehat.

"Sehat, nggak ada apa-apa," kata Bupati Saiful Ilah.

Dengan menggunakan masker penutup mulut, Saiful mengaku heran dan tidak tahu kasus apa yang ditimpakan ke dirinya sehingga ditangkap KPK.

"Aku dewe nggak eroh kok. (Saya sendiri tidak tahu kok)," ujar bupati yang juga kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, empat orang yang diduga petugas KPK menggeledah ruangan kerja dinas Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di dalam Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/1/2020).

Selain menggeledah ruangan dinas, petugas juga melakukan penggeledahan rumah dinas bupati yang berjarak sekitar 50 meter dari Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Petugas yang mengenakan pakaian preman itu datang dengan mobil minibus berwarna putih, sekitar pukul 22.00 Wib.

Petugas tersebut juga terlihat mengeluarkan beberapa berkas yang ditempatkan di dalam kardus berukuran cukup besar. Petugas yang terdiri atas tiga laki-laki dan seorang perempuan itu tampak mengenakan penutup muka dan topi.

Tidak tampak petugas tersebut mengenakan rompi yang bertuliskan KPK warna cokelat, saat penggeledahan itu dilakukan.


0 Komentar