Ditemukan Lagi Tiga Bumil Positif Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Ist)

-

AA

+

Ditemukan Lagi Tiga Bumil Positif Corona

Health | Jakarta

Minggu, 26 April 2020 15:13 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ditemukan lagi tiga ibu hamil (bumil) positif terinfeksi virus corona baru atau COVID-19. Sebelumnya ditemukan bumil positif corona melahirkan di RS dr Soeroto Ngawi dan satu lagi meninggal dalam perawatan di RSUP M Djamil Padang.

Mengapa ini penting: Ibu hamil memang memerlukan penanganan khusus, karena imunitas ibu hamil lebih lemah dan lebih mudah sakit dan tertular penyakit.

Konteks: Virus corona yang kini mewabah di seluruh Indonesia. Ibu hamil termasuk yang rentan diserang virus tersebut. WHO pun telah mengeluarkan standar pelayan bumil yang positif corona.

Kasus Bumil di Boyolali:

Ditemukannya kasus bumil positif corona itu berawal seorang warga asal Kecamatan Nogosari yang sedang hamil akan menjalani operasi caesar.

Saat menjalani pemeriksaan di RS UNS Solo, si bumil terus menerus batuk. Kemudian pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif.

"Ternyata dari hasil swab, yang bersangkutan dinyatakan positif COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina, Sabtu (25/4/2020).

Denpasar Bali: Seorang ibu hamil 7 bulan yang tinggal di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab.

Dari hasil penelusuran, ibu hamil tua ini merupakan kasus transmisi lokal di mana dia tertular dari suaminya, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri.

"Saat ini ibu hamil itu bersama suaminya menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya. Kami akan terus pantau mereka sampai sembuh," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Karanganyar: Sepasang suami istri dilapor positif corona di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sang suami merupakan tenaga medis yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kota Solo.

Pasangan tersebut dikabarkan masih pengantin baru, dan menurut informasi, saat ini sang istri tengah mengandung.

"Mereka saat ini menjalani karantina mandiri di rumahnya. Karena tenaga medis, saya pikir yang bersangkutan tahu apa yang dilakukan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan COVID-19 Karanganyar Juliyatmono.

Apa katanya: "Ibu hamil memang memerlukan penanganan khusus, karena imunitas ibu hamil lebih lemah. Ibu hamil lebih mudah sakit dan tertular penyakit," kata Ketua Himpunan Kedokteran Denpasar Fetomaternal, Dr. dr. A.A.N. Jaya Kusuma, Sp.OG (K), Sabtu (25/4/2020).

Pelayanan khusus bumil corona:

• Yang juga menjadi perhatian dokter obstetric adalah janin di dalam kandungan. Kondisi janin akan sangat tergantung dengan kondisi ibunya.

• Untuk penanganan bumil yang positif COVID-19, penanganan oleh dokter obstetric bertujuan agar dua-duanya, antara ibu dan bayi selamat. Penanganan bumil mengikuti mekanisme dari gugus tugas.

• Sebelum persalinan yang disebut masa ANC (antenatal care), pada intinya mengurangi paparan ibu hamil terhadap lingkungan dan petugas. Berdasarkan kebijakan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, bumil diminta mengurangi kunjungan ANC.

• Bumil yang seharusnya datang setiap 1 bulan atau dua minggu, diundur kedatangannya untuk kepentingan ibu tersebut, petugas dan lingkungan khususnya dalam upaya pencegahan COVID-19.

• Pasien juga diedukasi selama tidak melakukan ANC. Misalnya memperhatikan gerak janin dalam kandungan. Jika gerak anak menurun, kepala pusing, keluar cairan, gerakan anak kurang baik, bumil harus datang ke faskes dan tidak boleh menunda.

Mekanisme persalinan:

• Harus bersalin di fasilitas kesehatan yang sudah menyiapkan APD dan memiliki ruangan isolasi bertekanan negatif.

• RSUP Sanglah telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk bersalin, tidak bergabung dengan pasien lain yaitu disiapkan di IGD, ruang isolasi bertekanan negatif.

• Setelah lahir, harus dirawat 1- 2 hari di ruang khusus yang tidak bercampur dengan pasien yang lain. Petugas juga pakai APD.

Terbanyak di Amerika, Kematian WNI Kasus COVID-19 di Luar Negeri

"Pada dasarnya semua RS harus siap menghadapi pasien apapun, bukan hanya orang hamil. Bukan tidak mungkin dia bisa lahir di RS kabupaten dan kota atau RS swasta," kata Jaya Kusuma.

Standar WHO: Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, semua ibu hamil, termasuk yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi COVID-19, berhak:

• Mendapatkan perawatan dengan kualitas yang baik sebelum, selama, dan setelah melahirkan.

• Ibu hamil yang akan melahirkan di tengah pandemi COVID-19 berhak mendapatkan perlakuan yang hormat dan bermartabat.

• Mendapatkan informasi yang jelas mengenai kehamilan atau proses persalinan dari dokter atau bidan yang merawatnya.

• Mendapatkan pengobatan yang sesuai kebutuhannya dan mendapatkan rujukan jika diperlukan.


0 Komentar