Ditjen Imigrasi: Bisa Dipastikan Harun Masiku Ada di Indonesia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Harun Masiku. (FOTO: Facebook)

-

AA

+

Ditjen Imigrasi: Bisa Dipastikan Harun Masiku Ada di Indonesia

Nasional | Jakarta

Rabu, 22 Januari 2020 15:52 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan bahwa kader PDI Perjuangan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, berada di Indonesia.

Kepastian Harun sudah dan masih berada di Indonesia itu disampaikan Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Arvin, saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

"Bisa dipastikan setelah melakukan pendalaman kami menyatakan bahwa yang bersangkutan (Harun) telah masuk dan berada di Indonesia," kata Arvin.

Dia menjelaskan, Harun memang sempat melakukan penerbangan ke Singapura pada 6 Januari 2020. Saat itu, kata dia, Harun menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Namun, ungkap Arvin, Harun kemudian kembali lagi ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

"Menggunakan maskapai yang sama-sama sudah tersebar di awal pemerintahan, yaitu menggunakan Batik Air dan tercatat pada tanggal 7 Januari 2020 sekitar pukul 17.34 WIB sore," ungkap Arvin.

Dia mengaku, ada keterlambatan informasi yang disampaikan oleh pihaknya kepada publik. Dirinya beralasan, hal itu karena delay sistem, pengecekan kevalidan data dan adanya informasi pengecualian atau tertutup untuk publik.

"Apakah proses maupun informasi merupakan suatu yang dikecualikan, kami akan sangat terbuka sekali kepada penyidik, tentu tidak kepada publik karena memang sudah dilindungi Undang-undang," jelasnya.

Gagal Jadi Menteri, Yenny Wahid Jadi Komisaris Independen Garuda

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/1/2020) telah mengumumkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Keempat orang itu yakni Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Keduanya merupakan penerima suap.

Sementara sebagai pemberi yakni Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta.


0 Komentar