Ditjen PAS Pastikan Akan Bongkar Kamar Mewah Setnov dan Nazaruddin di Sukamiskin

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kamar tahanan mantan Kakorlantas Polri, Djoko Susilo di Lapas Sukamiskin. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM memastikan tak akan ada lagi kamar-kamar mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 2020. Sebab, semua kamar mewah tersebut sudah dibongkar oleh pihak Lapas. 

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto merespons temuan Ombudsman RI terkait kamar luas dengan berbagai fasilitas yang ditempati mantan Ketua DPR Setya Novanto, Eks Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin, dan bekas Kakorlantas Polri, Djoko Susilo.

"Tiga kamar besar yang di pertanyakan komisioner Ombudsman, pihak lapas Sukamiskin saat ini sedang melaksanakan perapihan seluruh kamar hunian, termasuk tiga kamar besar tersebut," kata Ade di Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Menurut Ade, perbaikan kamar Lapas Sukamiskin sesuai standar dengan mempertimbangkan kesehatan, sanitasi, ventilasi, pencahayaan, serta berbasis HAM.

"Tahun 2020, seluruh kamar hunian lapas sukamiskin sudah sesuai standar hunian berbasis HAM, serta tidak ada diskriminasi pemberian fasilitas mewah atau perlakuan khusus kepada narapidana tertentu, termasuk kepada Setnov, Nazarudin, Djoko Susilo dan lainnya," ujarnya.

Dijelaskan Ade, terdapat 557 kamar di Lapas Sukamiskin, dengan tiga tipe ukuran. Kamar berukuran kecil (2,48x1,58 meter) sebanyak 476 unit, kamar berukuran sedang (2,48x3,3 meter) sebanyak 78 unit dan, kamar besar (2,48x7 meter) sebanyak tiga unit.

Sebelumya, Ombudsman RI menemukan kejanggalan pada sel terpidana korupsi Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengatakan, pintu sel Setnov itu dikunci dengan gembok sensor sidik jari.

Kemudian, ukuran kamar masih lebih luas ketimbang sel yang ditempati terpidana lain.

Ia menjelaskan kondisi sel Setnov masih terdapat lantai yang tidak sesuai standar sebagaimana sel lain. Dimana, masih ada kitchen set dan tempat tidur milik pribadi. "Masih mencerminkan situasi yang tidak standar itu," kata Adrianus.

Ombudsman juga mendapati kamar Eks Bendum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Djoko Susilo yang lebih luas. Luas sel yang dihuni dua kali lipat dibanding sel yang dihuni terpidana lain.


0 Komentar