Dituduh Investasi Bodong, Member MeMiles Mengadu ke DPR

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Polda Jatim menyita uang yang diduga investasi bodong. (Foto Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Para member MeMiles yang kini kasusnya Polda Jawa Timur (Jatim) mengadu ke DPR RI. Para member ini yang sudah membeli slot iklan di MeMiles tidak terima dengan tudahan Polda Jatim sebagai investasi bodong. 

Perwakilan perwakilan member MeMiles diterima Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Senin (13/1/2020).

Ppara member ini menceritakan duduk perkara kasus dan menjelaskan orientasi bisnis yang digalang PT. MeMiles dengan omset ratusan miliar rupiah.

MeMiles merupakan aplikasi penyedia slot iklan bagi semua member yang bergabung. Slot iklan tersedia dua minggu untuk produk apa saja yang ingin diiklankan oleh para member. Ada tarif tertentu untuk slot iklan yang tayang di aplikasi. Ada reward pula bagi para member pemasang iklan.

Namun, Polda Jatim keburu menciduk semua pihak yang terlibat, karena aplikasi iklan ini dianggap sebagai investasi bodong yang tidak terdaftar di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pada prinsipnya mereka mengharapkan perlindungan dari DPR RI. Berharap supaya dana yang sudah mereka masukan sebagai slot iklan, reward-nya tidak hilang,” kata Sufmi usai menerima perwakilan member MeMiles itu.

Para member ini meminta perlindungan hukum, karena Polda Jatim akan mengembangkan kasus ini dengan menarik dana para member yang sudah disetor untuk pembelian slot iklan berikut reward-nya.

Padahal, menurut para member MeMiles, mereka tergabung secara suka rela dan tidak ada rayuan dari aplikasi MeMiles untuk memasang slot iklan. Ini merupakan “spesies” usaha baru digital yang dikembangkan anak muda Indonesia.

BACA JUGA: Sejumlah Artis Diduga Terlibat Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar

Dasco mengatakan bahwa pengaduan para member MeMiles itu akan ditindaklanjuti oleh Komisi XI yang membidangi Keuangan dengan memintan masukan kepada perusahaan, kepolisian, OJK, kalau perlu ke pembuat aplikasinya.

“Komisi XI akan menindaklanjuti ke OJK mengenai persoalan ini, karena kami baru mendapat informasi dari satu pihak. Pada prinsipnya kita, kan, memikirkan para member MeMiles supaya apa yang sudah mereka lakukan tidak sia-sia dan bisa berjalan lagi selama tidak melanggar UU,” Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto yang ikuti mendampingi Sufmi Dasco Ahmad ketika menerima perwakilan member MeMiles tersebut.


0 Komentar