Diusir saat Ceramah di Sukabumi, FPI: Haddad Alwi Perlihatkan Simbol Syiah
Penyanyi religi, Haddad Alwi. (FOTO: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Sebuah video viral memperlihatkan insiden pengusiran penyanyi religi, Haddad Alwi, yang diusir oleh sekelompok orang dan ormas di Sukabumi, Jawa Barat, saat menyampaikan ceramah.

Ia menyampaikan ceramah dalam acara haul ke-8 Habib Abdullah bin Zein Alatas di Sukabumi, Jawa Barat. Belakangan, pengusiran itu diduga karena massa menuduh Haddad Alwi menganut Syiah.

Menurut pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI), Slamet Ma'arif, Haddad Alwi diusir oleh sekelompok orang karena memperlihatkan simbol Syiah. Menurutnya, gerakan mengangkat satu tangan yang dilakukan Haddad Alwi saat berselawat adalah baguan dari simbol Syiah.

Sementara, lanjut Slamet, masyarakat yang ada di sekitar wilayah tempat berlangsungnya acara itu mayoritas berpaham Sunni.

"Ini yang saya sampaikan masyarakat di sana mayoritas berkeyakinan Sunni, ustaz Haddad Alwi memperlihatkan simbol Syiah dalam selawatnya dengan mengangkat satu tangan. Oleh masyarakat dianggap mengajak untuk mengikuti Syiah," kata Slamet Ma'arif dilansir dari detikcom, Sabtu (21/12/2019).

Slamet mengatakan, setiap dai harus hati-hati dalam menyampaikan ceramahnya. Jangan sampai, kata dia, apa yang disampaikannya justru menyinggung keyakinan masyarakat setempat.

"Kita berharap semua dai untuk bisa menghargai dan menghormati keyakinan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yg tidak diinginkan," ujarnya.

"Semoga semua bisa dijadikan pelajaran buat semua," lanjut Slamet.

Meski begitu, Slamet enggan berkomentar lebih jauh. Dirinya pun menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada pihak yang berwenang.

"Mesti tanya panitia itu," kata dia.

Sementara itu, Muannas Alaidid, yang ditunjuk sebagai pengacara Haddad Alwi, mengatakan, peristiwa persekusi terhadap kliennya itu terjadi pada 16 Desember 2019. Saat itu, Haddad Alwi diundang untuk membacakan selawat.

“Sebetulnya, (Haddad Alwi) hanya membacakan selawat, bukan mengisi ceramah saat berada di Sukabumi, 16 Desember 2019, di mana tiba-tiba diturunkan paksa dalam acara itu,” kata Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Muannas meminta aparat kepolisian turun tangan. Dirinya yang juga sebagai pelapor di kasus Buni Yani dan Jonru serta Ratna Sarumpaet itu meminta polisi mengusut pelaku persekusi itu.

Muannas juga menduga, ada provokator di balik persekusi tersebut.

"Bisa jadi ada gerakan kelompok yang anti-selawat yang merupakan kelompok intoleran, sebagaimana kita tahu intoleransi di Jabar sangat tinggi, kita harus tegas melawan kelompok-kelompok Intoleran ini,” tandasnya.