DKPP: Wahyu Setiawan Ibarat Pengendara yang Langgar Aturan Lalin

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
KPK menahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Foto: Republika)

-

AA

+

DKPP: Wahyu Setiawan Ibarat Pengendara yang Langgar Aturan Lalin

News | Jakarta

Kamis, 23 Januari 2020 11:39 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Muhammad mengungkapkan bahwa kasus yang menimpa eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, merupakan sebuah kecelakaan.

"Kalau peristiwa Pak Wahyu, ini kecelakaan menurut saya," ujar Muhammad di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Wahyu Setiawan Akui Kirim Pesan "Siap Mainkan" ke Agustiani Tio

Mantan Ketua Bawaslu RI itu menganalogikan penyelenggara pemilu sebagai pengendara di jalan raya. Menurut dia, seseorang yang menjadi pengendara sudah mengerti etika dan aturan lalu lintas yang harus ditaatinya.

"Tapi ada suatu saat, kita yang taat ditabrak oleh pengendara yang brutal. Padahal kita sudah mengikuti aturan, lampu merah kita berhenti, tapi ada 1-2 orang yang tidak taat aturan," jelasnya.

Muhammad menambahkan, ilustrasi itulah yang dialami oleh KPU dalam kasus yang menimpa Wahyu Setiawan.

"Kita sudah menaati aturan lalu lintas, ada satu orang yang dikirim oleh tuhan untuk menguji lembaga ini kuat atau tidak. Kira-kira kemarin KPU itu begitu," imbuhnya.

Harun Masiku Ada di Indonesia, Apa Tanggapan PDIP?

Sebagai informasi, Wahyu Setiawan diadukan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu RI ke DKPP, sehari setelah ditangkap KPK. Perkara ini teregistrasi dengan nomor 01-PKE-DKPP/I/2020.

Wahyu sendiri telah diperiksa DKPP dalam sidang yang diadakan di Gedung KPK RI, Jakarta, 15 Januari 2020, dan diputus sanksinya oleh DKPP berupa pemberhentian tetap sehari setelahnya.

Muhammad melanjutkan, DKPP sempat mendapat kritik dari sejumlah organisasi pegiat pemilu karena tidak mampu membuka secara terang benderang semua tindakan Wahyu Setiawan.

Padahal, menurut dia, DKPP hanya berfokus pada dimensi etika saja dan tidak mancampuri ranah pidana yang dimiliki oleh KPK. Terlebih, tidak mudah bagi DKPP untuk menghadirkan Wahyu Setiawan dalam sidang DKPP.

"Alhamdulillah lima pimpinan KPK menyetujui sidang kita. Ini ada kepentingan bagi DKPP untuk menyidangkan saudara Wahyu karena dalam UU 7/2017 semua yang diadukan diberi kesempatan untuk membela diri, karena dalam peradilan kode etik tidak diperbolehkan memutus perkara tanpa mendengarkan pembelaan (dari Teradu, red)," tukasnya.


0 Komentar