Dokter yang Lakukan Rapid Test di DPP NasDem Malah Positif Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi

-

AA

+

Dokter yang Lakukan Rapid Test di DPP NasDem Malah Positif Corona

Health | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 14:16 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Dokter yang melakukan rapid test di DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020) malah diketahui positif virus corona atau Covid-19.

Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik, Charles Meikyansah, Kamis (2/4/2020) menjelaskan, rapid test dilakukan terhadap 20 orang yang tetap melakukan kegiatan di kantor partai pimpinan Surya Paloh itu.

Tes itu dilakukan oleh dua orang dokter (dokter A dan dokter B) dari klinik Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Dokter itu sendiri ikut rapid test.

"Dari para peserta yang ikut rapid test tersebut hasil negatif. Sedangkan dokter A yang juga menjalani tes didapatkan hasil positif," Charles.

Mengetahui hasil tes dokter A positif, Asistensi Satgas Covid-19 Media Group langsung melakukan langkah-langkah sesuai dengan protokol kesehatan yang juga disupervisi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta.

Secara fisik dr. A sendiri tidak menunjukan atau ditemukan sama sekali gejala atau tanda-tanda terjangkit covid-19 seperti demam, sakit tenggorokan, batuk dan lainnya.

Dari hasil tracing Dinkes selama 14 hari ke belakang, juga menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien ataupun wilayah terpapar Covid-19.

"Dinkes menyampaikan kepada kami agar tidak panik kendati langkah-langkah terhadap yang bersangkutan tetap dijalankan," kata Charles.

Unair Klaim Temukan Obat Virus Corona

Terhadap dr. A dan dr. B, sore hingga malam kemarin telah dilakukan swab test di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Terhadap dr. A dilakukan karantina mandiri di RS Wisma Atlet sambil menunggu hasil tes lanjutan keluar. Sedangkan terhadap dr. B yang berstatus ODP telah diperbolehkan pulang dan menjalani karantina mandiri di rumah. Kedua dokter tersebut hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan baik.

Dinkes merekomendasikan agar semua orang yang telah berinteraksi dengan dr. A untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ke depan.


0 Komentar