Doni Monardo Minta Masyarakat Tetap di Pengungsian, Nyawa Lebih Penting dari Harta

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kepala BNPB Doni Monardo. (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kepala Badan Nadional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta ketegasan pemimpin daerah yang daerahnya sedang dilanda bencana banjir, terutama di wilayah Jabodetabek, untuk mengingatkan warganya mengungsi ke tempat pengungsian.

Karena menurut Doni, BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem akan masih terus terjadi hingga pertengahan Februari 2020 mendatang.

“Sangat diharapakan ketegasan para pemimpin daerah untuk mengingatkan masyarakat. Harta penting, tetapi nyawa lebih penting,” ujar Doni.



Doni mencontohkan pengalaman di Konawe Utara, bupati dan kepala dinas, camat serta kepala desa memaksa penduduknya untuk evakuasi dan mengungsi sementara.

"Sehingga ketika air hujan dan air bah datang, rumah mereka hanyut terbawa arus namun korban jiwa tidak ada," sebut Doni.

Doni menghimbau masyarakat yang berada di tempat relatif rendah atau dulu pernah menjadi kawasan penimbunan harus terus diwaspadai karena air akan kembali mencari tempat semula.

"Untuk yang tinggal dekat daerah aliran sungai diusahakan jangan ada di rumah dan mengikuti arahan tim evakuasi untuk mengungsi di posko yang telah tersedia," himbau Doni.

Sementara itu cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Jabodetabek menimbulkan banyak kerusakan serta korban jiwa sejak Selasa (1/1/2020).

Derasnya air yang memasuki permukiman dan fasilitas umum membuat sekitar 62.453 orang mengungsi di 308 titik pengungsian tersebar di 49 Kelurahan dan 34 Kecamatan Provinsi DKI Jakarta.

Walaupun banyak yang telah mengungsi, tidak sedikit juga warga yang tetap memilih tinggal dan bertahan di rumah mereka untuk menjaga harta benda serta rumah masing-masing.

Namun ketika memilih untuk bertahan di rumah, kebutuhan makanan, minuman, air bersih serta pakaian menjadi terbatas.


0 Komentar