DPD RI Bersama IDE Salurkan APD ke Beberapa Rumah Sakit di Daerah
Bantuan APD dari Pimpinan DPD Ri ke sejumlah rumah sakit di daerah (Foto: DPD RI)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pimpinan DPD RI bersama Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke sejumlah rumah sakit di daerah. Beberapa rumah sakit dan tenaga medis yang mendapat bantuan APD adalah Lab Eijkman (lembaga resmi pengecekan sample Covid-19), RS Paru Rotinsulu Bandung, RSU Kota Banjar, RSUD Subang, RS Hasan Sadikin dan RS St Yusuf Bandung.

"Aksi itu kami lakukan untuk memberikan semangat kepada seluruh tenaga medis dan pasien yang sedang dalam perawatan akibat wabah Corona ini,” kata Sultan Bachtiar Najamudin, Kamis (2/4/2020).

Aksi bakti sosial pembagian APD ini, lanjut senator dari Dapil Provinsi Bengkulu tersebut, diharapkan juga bisa menggugah para pengusaha dan dermawan melakukan hal serupa. Soalnya, saat ini sejumlah rumah sakit masih sangat membutuhkan bantuan APD.

"Masih banyak Rumah Sakit di daerah-daerah yang kekurangan APD. Faktanya memang, untuk mencari APD itu saat ini sedikit susah, saya saja sudah seminggu Ini berusaha mencari kemana-mana dan memang langka sekali, bahkan kosong. Baru tadi dapat beberapa dari kawan di Jakarta dan langsung saya ambil baik masker maupun sanitizer untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah," katanya.

Selaku Ketua Dewan Pembina IDE Indonesia, Sultan berterimakasih kepada relawan dan para donatur yang sudah membantu hingga pembagian APD bisa dilaksanakan.

“Alhamdulilah, berkat kawan-kawan, sahabat, pejuang kemanusiaan dan anggota IDE, donasi yang berhasil kita kumpulkan per 27 Maret 2020 mencapai Rp156,570,000. InsyaAllah ini akan terus bertambah dan akan kita update penghimpunan dan proses distribusiannya di sosial media IG: @idepreneursclub,” demikian Sultan Bachtiar Najamudin.

Apresiasi langkah pemerintah

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin terus memantau perkembangan penanganan pandemi virus corona atau Vovid-19 di Indonesia.

Dia melihat langkah yang dilakukan pemerintrah sudah jauh lebih baik daripada minggu-minggu sebelumnya yang terkesan gagap dan kurang koordinasi.

“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menangani sekaligus mencegah virus Corona di Indonesia. Yang sebelumnya terlihat gagap, kini pemerintah justeru membuktikan keseriusannya dengan membuka rumah sakit khusus bagi ODP dan PDP di Wisma Atlet Jakarta,” ujar Sultan.

Hal itu juga dibuktikan pemerintah dengan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh rumah sakit di Indonesia.

“Hanya saja, mengingat wilayah dan lokasi pandemi yang saat ini banyak berada di Pulau Jawa, tentunya pemerintah pusat lebih memfokuskan penanganan di Jawa terutama Jakarta. Tapi saya lihat yang di luar Jawa juga tetap mendapat perhatian pemerintah pusat,” tukasnya.

Terkait dengan Alat Pelindung Diri (APD) ini kata Sultan, pihaknya juga sudah berusaha maksimal, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, baik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN. Namun faktanya kata Dia, APD tersebut sangat jarang ditemukan di pasaran.

“Sudah seminggu Ini saya usahakan cari kemana-mana dan memang langka sekali bahkan kosong. Baru tadi dapat beberapa dari kawan di Jakarta dan langsung saya ambil baik masker maupun sanitizer untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah,” tukasnya.

Khusus di Provinsi Bengkulu, Sultan juga mengaku banyak permintaan APD dari sejumlah rumah sakit, terutama rumah sakit M Yunus dan Rumah sakit Umum Daerah Kota Bengkulu.

“Dari hasil koordinasi saya dengan beberapa pihak seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Dinkes, Dirut RSUD M Yunus dan RSUD Kota Bengkulu, APD yang sangat dibutuhkan adalah masker dan hand sanitizer untuk para medis,” pungkasnya.


0 Komentar