DPR: Pemberitaan Wabah Corona Makin Resahkan Masyarakat, Akibat Kurang Sosialisasi dari Pemerintah
Anggota Komisi IX dari F-PKS Kurniasih Mufidayati dalam diskusi "Efek Domino Virus Corona" bersama anggota Komisi I DPR F=PPP Syaifullah Tamliha, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (6/2/2020) (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)

JAKARTA, HALUAN.CO - Akibat lambatnya sosialiasi Virus Corona oleh pemerintah, maka pemberitaan virus tersebut makin meresahkan masyarakat. Karena itu pula, terdapat 54 opini dan berita hoaks terkait Corona tersebut yang menambah bingung masyarakat.

“Keterlambatan sosialiasi dan informasi virus corona itu sendiri yang membuat bingung masyarakat. termasuk penolakan warga Natuna yang menjadi tempat observasi 238 WNI dari Wuhan,” tegas anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX dari F-PKS Kurniasih Mufidayati dalam diskusi "Efek Domino Virus Corona" bersama anggota Komisi I DPR F=PPP Syaifullah Tamliha, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Badan kesehatan dunia (WHO) per 31 Januari pun sudah menetapkan status darutat corona atau Public Health Emergency of international Concern ( PHEIC).

Hal Itu berarti sudah warning yang sangat tinggi. Sehingga seharusnya pemerintah Indonesia hadir dalam meningkatkan kewaspadaannya untuk melindungi WNI, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Harus diingat sumber penyebaran corona ini sebagai negara penyumbang devisa negara dan APBN, sehingga uang yang masuk dan beredar akan sangat mempengaruhi devisa yang dibawa ke Indonesia,” kata politisi PKS ini.

Sementara Syaifullah Tamliha juga menyoroti kesiapan soal ketidaksiapan pemerintah dalam menangani wabah Corona, akibatnya menjadikan Pulau Natuna sebagai lokasi karantina atau observasi WNI dari Wuhan.

Sehingga mendapatkan penolakan keras dari masyarakat Natuna karena tidak ada sosialisasi dari pemerintah sama sekali, dimana masyarakat takut tertular virus Corona

Seharusnya kata dia, pemerintah selama ini mengelola dan memelihara pulau-pulau kecil itu antisipasi untuk tempat dan alasan darurat seperti kasus Corona ini.

“Pulau-pulau itu semestinya ada yang khusus, seperti halnya Natuna. Padahal, masih banyak pulau-pulau kecil yang tidak dikelola dnegan baik di luar Natuna. Kita ini baru ribut, ketika pulau-pulau kecil itu diganggu asing,” kata Tamliha.

WHO Anggap Virus Corona Bukan Pandemi, Ini Alasannya