DPRD Jambi Fasilitasi Pertemuan Kisruh Tanah Wakaf untuk Pemakaman di Alam Berajo
Komisi I DPRD Jambi menggelar RDP penyelesaian kasus tanah wakaf untuk pemakaman di Kecamatan Alam Berajo, Kota Jambi, Jambi (Foto: Haluanjambi.co/Budi)

JAMBI, HALUAN.CO - Terkait kisruh tanah wakaf untuk pemakaman umum antara warga dan pemilik yayasan di Alam Berajo, Kota Jambi, DPRD Kota Jambi mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengah menghadirkan Lurah dan Camat Alam Berajo. 

Rapat yang digelar tertutup itu digelar di ruang Komisi I DPRD Jambi dan langsung dihadiri oleh Mustari, Camat Alam Berajo, Kota Jambi.

Usai rapat, Mustari mengatakan prihal tersebut hanya terjadi salah paham antara keinginan warga dan pemilik yayasan disitu. Menurunya hal tersebut tidak ada masalah.

"Tadi kita diberikan waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan persoalan ini. Pihak yayasan akan merapatkan kepada jajarannya untuk memberikan tanah wakaf kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Mustari, keinginan dari masyarakat agar tanah tersebut dikembalikan seperti semula sebagai tempat lokasi pemakaman. Namun, kata dia pihak yayasan tidak mempermasalahkan keinginan dari masyarakat tersebut.

Muhili Amin, Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi mengatakan dalam rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak itu membahas kisruh tanah wakaf yang diserahkan oleh Fahri Usman.

"Tanah yang dipermasalahkan itu berada di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Berajo dengan luas 18.962 Hektar," bebernya.

Akar dari persoalan itu dikatannya, tanah yang seyogyanya menjadi tanah wakaf itu tiba-tiba ada pihak lain yang memanfaatkannya dan mengklaimnya.

"Ternyata memang dihibahkan keyayasan, sudah lama dihibahkan. Namun tidak diurus akta wakafnya," bebernya

Tapi katanya, setelah ada pertemuan tersebut persoalan tersebut sudah claer, pihak yayasan pun sepakat untuk menyerahkan sebagai tanah wakaf kepada warga.

Dua Rumah di Rantau Rasau Ludes oleh si Jago Merah

Penulis: Budi Harto