Dua ABG asal Depok Jadi Korban Perdagangan Orang di Batam
Tiga pelaku perdagangan orang diamankan polisi. (Foto: HMG).

BATAM, HALUAN.CO - Dua Anak Baru Gede (ABG) bawah umur asal Depok, Jawa Barat menjadi korban perdagangan orang atau human trafficking di Batam, Kepulauan Riau.

Mereka berinisial L (15) dan A (15). kedua remaja ini diiming-imingi akan diberikan kerja layak dan enak di Kota Batam oleh seorang remaja AR (15) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ternyata mereka dipekerjakan di Bar yang sekaligus tempat prostitusi.

Sesampainya di Batam pada Minggu (5/1/2020), mereka disekap disebuah kamar Bar Barcelsi, Tanjung Uncang, Batam.

Terungkapnya kasus perdagangan anak bawah umur itu bermula dari salah satu korban mengadu kepada kakaknya melalui WhatsApp bahwa dia sedang disekap disebuah kamar Bar. Bahkan korban sempat mengirimkan peta lokasi tempat ia di sekap.

“Mengetahui hal itu, kakak korban langsung melaporkan kejadian itu ke Kementrian Sosial di Jakarta,” ungkap Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial, Rabu (8/1/2020).

Kakak korban tersebut meminta pihak Kemensos segera menyelamatkan adiknya yang sedang mengalami penyekapan di sebuah kamar di dalam bar yang berada di wilayah kota Batam.

“Kemudian Kemensos berkordinasi dengan Dinsos yang ada di Batam, kemudian dilanjutkan ke Ketua KPPAD Provinsi Kepri. Atas dasar informasi tersebut lalu Erry Syahrial menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian akhirnya menemukan tempat tersebut dan berhasil menyelamatkan kedua gadis belia dan mengamankan satu tersangka dibawah umur AR (15) pada Selasa (7/1/2020) malam.

Tiga Pelaku Ditangkap

Polisi berhasil meringkus tiga orang pelaku human trafficking, atau perdagangan manusia dari Bar Chealsea Blok F Sintai Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Prasetyo Rachmad Purboyo mengatakan, ketiga pelaku yang diamankan karena mempekerjakan anak yang masih di bawah umur.

Pelaku diamankan dari Bar kawasan prostitusi itu. Ketiga tersangka berinisial DS (35) perempuan, SM (38) pria. Keduanya berprofesi sebagai mucikari.

“Sedangkan satu tersangka masih dibawah umur berinisial AS (15) berprofesi sebagai pencari korban untuk dipekerjakan,” ujar Prasetyo saat press release di Mapolresta Barelang, Rabu (8/1/2020).

Dikatakan Prasetyo, tersangka itu membawa korban dari daerah Jawa Barat pada 5 Januari 2020 lalu, yaitu untuk dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Batam. Setelah sampai di Batam malamnya mereka langsung dipekerjakan oleh tersangka.

“Kedua gadis yang dibawah umur menjadi ini dipekerjakan untuk melayani tamu sebagai PSK yang datang ke Bar tersebut,” ungkap Prasetyo dilansir Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Batam.

Tersangka dikenakan pasal berlapis, yang dihukum selama 15 tahun penjara yang mana diatur dalam undang-undang perdagangan anak, dan perlindungan anak 10 tahun.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone, 25 kondom merk Sutra, uang tunai Rp 500.000, 1 buah tiket pesawat dan satu buah buku tamu.