Dua Istri Wakil Bupati Blitar Dilantik Jadi Kepala Desa
Wakil Bupati Blitar, Jawa Timur, Marhaenis Urip Widodo diapit kedua istrinya yang dilantik menjadi kepala desa. (Foto: Antara)

BLITAR, HALUAN.CO - Bupati Blitar, Jawa Timur Drs.H Rijanto melantik 167 Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak ( Pilkades ) tahun 2019, di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kabupaten Blitar, Jumat (13/12/2019) pekan lalu.

Hal yang menarik dari pelantikan kepala desa itu yaitu, dua dari 167 kepala desa yang dilantik adalah istri dari Wakil Bupati Blitar, Jawa Timur, Marhaenis Urip Widodo.


Kedua istri Wabup Blitar itu adalah Halla Unariyanti (48) sebagai Kepala Desa Bendosewu, Kecamatan Talun dan Fendriana Anitasari (33) sebagai Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun.

Keduanya bertemanan seperi tak bermaduan. Usai pelantikan, mereka berfoto bertiga. Kedua kepala desa mengampit sang wakil bupati yang merupakan suami mereka berdua.

Fendriana Anitasari, sebagai istri kedua wakil bupati Blitar itu mengaku bahwa hubungan dia dengan Halla Unariyanti berjalan baik.

Mereka berdua selalu kompak dan sering saling tukar pikiran guna mencari solusi dari berbagai permasalahan yang menyangkut pekerjaan.

"Luar biasa. Bapak juga mendukung kami. Beliau mendukung selama itu terbaik untuk masyarakat dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kami kembali maju kan atas dorongan masyarakat," kata Fendriana.

Dia bersyukur proses pelantikan telah berjalan dengan lancar dan setelah pelantikan tersebut, dirinya segera menjalankan program yang telah dibuat.

"Saya akan melanjutkan visi misi dari periode lalu karena dari RPJ desa ada empat yang belum terlaksana yang kaitannya dengan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Fendriana mengatakan, program itu misalnya untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan pengembangan BUMDes.

Program yang ada di BUMDes itu awalnya hanya simpan pinjam dan nantinya dikembangkan unit usaha lain. salah satunya simpan pinjam syariah.

Selain itu, pihaknya juga berkeinginan untuk memperbaiki lokasi wisata di desa. Tempat itu sebelumnya sudah dikelola dan menarik menjadi lokasi swafoto, sehingga akan lebih dikembangkan agar semakin banyak pengunjung.

Pihaknya juga berkeinginan untuk mendorong agar masyarakat di desanya ikut program BPJS Ketenagakerjaan.

Di desanya terdapat banyak usaha genteng yang belum semua pengusaha ikut serta dalam program tersebut.

Jika pengusaha ikut program BPJS Ketenagakerjaan, mereka turut serta memberikan jaminan pada para pekerjanya.

Ia juga berharap nantinya program-program lainnya tetap terlaksana dengan baik. Beberapa program yang memerlukan perbaikan akan dibenahi, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.