Dua Lagi Perawat Meninggal Akibat COVID-19, Total Jadi 12 Orang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Seorang petugas medis sedang memeriksa warga dengan rapid test atau tes cepat COVID-19 di Kominfo, Jakarta. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Dua Lagi Perawat Meninggal Akibat COVID-19, Total Jadi 12 Orang

Nasional | Jakarta

Sabtu, 11 April 2020 23:38 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengumumkan adanya dua tambahan anggotanya yang kembali wafat saat bertugas merawat pasien COVID-19 pada Sabtu (11/4/2020) malam.

Mengapa ini penting: Para tenaga medis, termasuk perawat, terus menjadi korban di saat perang melawan COVID-19. Mereka bersama dokter dan tenaga medis lainnya berada di garda depan dalam menangani pandemi virus asal Wuhan, China, tersebut. Dan hari ini, dua perawat dilaporkan meninggal akibat COVID-19.

"Ya benar. Satu wafat di Rumah Sakit Pusat Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, dan satu lagi di Eka Hospital," kata Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhilah, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2020).

Konteks: Satu demi satu para tenaga medis bertumbangan saat berjuang menyelamatkan pasien COVID-19. Untuk perawat, tercatat total ada 12 orang yang meninggal akibat COVID-19. Adapun untuk dokter, saat ini sudah ada 20 yang meninggal akibat virus tersebut. Terakhir adalah dokter Soekotjo Soerodiwirio dari Bandung, Jawa Barat, yang meninggal pada Jumat (10/4/2020) kemarin.

Penjelasan PPNI:

Dua perawat yang meninggal yakni yang pertama atas nama almarhumah Novera. Status terakhirnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ia meninggal malam ini pukul 19.06 WIB.

Kemudian perawat yang kedua meninggal di Eka Hospital Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, atas nama Elok Widyaningsih.

Para perawat tumbang karena COVID-19:

  • Dengan bertambahnya dua perawat itu, maka jumlah total anggota PPNI yang wafat saat bertugas hingga kini berjumlah 12 orang.
  • Hingga Kamis (9/4/2020), perawat yang meninggal dunia di antaranya almarhum Zainal Khabib, perawat di PKM Semanding, Tuban, Jawa Timur.
  • Almarhum Adharul Anam, perawat di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara.
  • Almarhumah Nuria Kurniasih, perawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
  • Almarhumah Nur Putri Julianty, perawat di Rumah Sakit Andhika Jakarta.
  • Almarhumah Ninuk Dwi, perawat di ruang ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
  • Almarhum Sugiarto, perawat tim bedah medis Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta.
  • Almarhum Harmoko, perawat di Puskesmas Tambak Aji.
  • Almarhumah Letkol (Kowal) Mulatsih, perawat Rumah Sakit Marinir Cilandak.
  • Almarhumah Masyida, seorang perawat di Puskesmas Kampung Teleng, Sawah Luntu, Sumatera Barat.
  • Almarhum Setia Wibowo, perawat di Rumah Sakit Premier Bintaro.
Penolak Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19 Bisa Dipidana

Jenazah ditolak: Perasaan duka karena banyaknya para tenaga medis yang berguguran semakin memuncak saat adanya berita penolakan jenazah perawat korban COVID-19. Hal itu terjadi pada seorang perawat RS Dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia dengan status positif corona. Ia ditolak pemakamannya oleh warga di Ungaran. Jenazah kemudian dimakamkan di makam ke luar RS Dr Kariadi di tempat pemakaman umum Bergota Semarang.


0 Komentar