Dua Penyu Berukuran Sedang Diselamatkan di Bintan
CSR Manager Banyan Tree, Henry Singer sedang menyelematkan seekor penyu hijau yang tersangkut sampah bekas jaring ikan di Pantai Banyan Tree Lagoi. (Foto: Istimewa)

BINTAN, HALUAN.CO - Dua ekor penyu berukur sedang terdampar di pantai, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Kedua penyu itu akhir diselematkan warga dengan mengembalikan ke laut.

Penyu pertama ditemukan terdampar di Pantai Banyan Tree Lagoi, pada Minggu (5/1/2020) sore dan penyu kedua ditemukan warga terdampar di Pantai Club Med, Senin (6/1/2020) pagi.

Penyu yang terdampar di Pantai Banyan merupakan penyu hijau (Chelonia Mydas) dengan bobot 7,5 kg itu ditemukan dalam kondisi lemas. Tubuhnya terjerat jaring yang kotor dengan limbah minyak hitam di dekat pantai Banyan Tree Bintan.

"“Kondisi terjerat jaring dan seluruh badannya tertutup minyak hitam,” kata CSR Manager Banyan Tree, Henry Singer, Senin (6/1/2020) dan menyebutkan bahwa panjang penyu sekitar 53 cm dengan berat sekitar 7,5 Kg.

Melihat kondisi penyu itu, Tim Conservation Lab Banyan Tree Bintan turun tangan menyelamatkan hewan tersebut. Tubuh penyu dilepaskan dari jaring ikan yang melilit tubuhnya. Badannya yang terkotori dengan minyak limbah pun ikut dibersihkan.

“Hari ini sekitar pukul 10-an tadi sudah kita lepas lagi penyunya ke habibatnya di laut,” ujar Henry dan menambahkan bahwa Tim Conservation Lab Banyan Tree Bintan dan Safari Lagoi Bintan terus bekerjasama bekerja membantu menyelamatkan penyu-penyu yang terkena sampah dilautan dan terdampak limbah minyak hitam.

Sedangkan penyu kedua merupakan penyu sisik atau Hawkbill berukuran sekitar 30 cm dengan bobot mencapai 5 kg, ditemukan juga dengan kondisi menyedihkan saat terdampar di Pantai Club Med.

Ketika ditemukan, penyu sisik itu dalam kondisi tak berdaya karena terlilit sampah jaring ikan, tempurung dan seluruh bagian tubuhnya dipenuhi limbah minyak hitam (sludge oil). Beruntung, penyu malang itu berhasil diselamatkan ketika posisinya terdeteksi pekerja di Club Med.

Supervisor Landscape and Gardener, Eddy Soesanto menyampaikan, pertama kali dirinya melihat tumpukan hitam terdampar di pantai. Ketika didekati, ternyata seekor penyu berukuran sedang dalam pesakitan.

“Saya bersihkan seluruh tubuhnya dari minyak sehingga bisa bergerak bebas. Setelah dibersihkan, langsung dilepaskan di bibir pantai untuk kembali ke habitatnya," ungkap Eddy, seperti dilansir Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Batam.