Dua Tersangka Ditangkap, Kontras: Polri Harus Ungkap Jenderal dan Aktor Intelektual

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kontras saat jumpa pers (Foto: Kontras.org)

JAKARTA, HALUAN.CO - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras) menyambut positif penangkapan atau penyerahan diri dua tersangka penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, Jumat (27/12/2019) sore. Dua tersangka itu adalah anggota Polri aktif.

Namun, Kontras yang juga menjadi Tim Advokasi Novel Baswedan meminta Polri tidak sampai di situ. Dugaan keterlibatan seorang jenderal menjadi desakan Kontras kepada Polrik untuk menuntaskannya.

Atas ditangkap atau menyerahkan dirinya pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan Tim Advokasi Novel Baswedan mengeluarkan sikap.

Pertama, dugaan adanya keterlibatan kepolisian dalam kasus ini telah terbukti. Sejak awal jejak-jejak keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini sangat jelas, salah satunya adalah penggunaan sepeda motor anggota kepolisian.

Kedua, kepolisian harus segera mengungkap jenderal dan aktor intelektual lain yang terlibat dalam kasus penyiraman dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.

Hasil Tim Gabungan Bentukan Polri dalam temuannya menyatakan serangan kepada Novel berhubungan dengan pekerjaannya sebagai penyidik KPK. KPK menangani kasus-kasus besar, sesuai UU KPK, sehingga tidak mungkin pelaku hanya berhenti di 2 orang ini.Oleh karena itu perlu penyidikan lebih lanjut hubungan 2 orang yang saat ini ditangkap dengan kasus yang ditangani Novel/KPK.

Ketiga, kepolisian harus mengungkap motif pelaku tiba-tiba menyerahkan diri, apabila benar bukan ditangkap. Dan juga harus dipastikan bahwa yang bersangkutan bukanlah orang yang “pasang badan” untuk menutupi pelaku yang perannya lebih besar.

Oleh karena itu Polri harus membuktikan pengakuan yang bersangkutan bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi kunci di lapangan. Hal ini diperlukan karena terdapat kejanggalan-kejanggalan seperti adanya SP2HP tertanggal 23 Desember 2019 yang menyatakan pelakunya belum diketahui. Kemudian perbedaan berita yaitu kedua polisi tersebut menyerahkan diri atau ditangkap.

Mabes Polri Tetapkan Dua Pentolan Polisi Tersangka Penyiram Air Keras Siapa RM dan RB

Selanjutnya, temuan polisi seolah-olah baru sama sekali. Misal apakah orang yang menyerahkan diri mirip dengan sketsa-sketsa wajah yang pernah beberapa kali dikeluarkan Polri. Polri harus menjelaskan keterkaitan antara sketsa wajah yang pernah dirilis dengan tersangka yang baru saja ditetapkan.

Keempat, ketidaksinkronan informasi dari Polri yang mengatakan belum diketahuinya tersangka dengan pernyataan Presiden yang mengatakan akan ada tersangka menunjukkan cara kerja Polri yang tidak terbuka dan profesional dalam kasus ini. Korban, keluarga dan masyarakat berhak atas informasi terlebih kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi indikator keamanan pembela HAM dan anti korupsi.

Kelima, polisi juga harus mengusut tuntas teror lainnya yang menimpa pegawai maupun Pimpinan KPK periode sebelumnya (teror bom di rumah Agus Rahardjo dan Laode M Syarif).

Keenam, Presiden perlu memberikan perhatian khusus atas perkembangan teror yang menimpa Novel. Jika ditemukan kejanggalan maka Presiden harus memberikan sanksi tegas kepada Kapolri.


0 Komentar