Dua Warga Negara Belanda Tewas dalam Peristiwa Kebakaran di Bali
Puing bangunan rumah ditempati dua orang warga negara Belanda yang terbakar Rabu (25/12/2019) dinihari . (Foto: Balipost)

TABANAN, HALUAN.CO - Dua warga negara Belanda tewas dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Banjar Dinas Pupuan Sawah, Selemadeg, Tabanan, Rabu (25/12) dini hari.

Kondisi korban nyaris tak bisa dikenali dan langsung dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar, untuk dilakukan autopsi guna melengkapi berkas laporan di kedutaan.

Dilansir Balipost, rumah yang ditempati kedua warga negara Belanda itu terbakar sekitar pukul 00.05 Wita. Diduga kuat kedua korban yakni Christianus Antonius Huijbregts (78) dan Hendrikus Johannes Deijkers (78) tidak bisa menyelamatkan diri lantaran api cukup besar dan tidak diketahui oleh siapa pun.

Apalagi Christianus dalam kondisi sakit stroke setelah sebelumnya sempat opname. Christian hangus di tempat tidur, sedangkan jenazah Hendrikus ditemukan di depan pintu kamar mandi.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ni Ketut Artini (adik pemilik rumah) yang tinggal di samping TKP. Ia mendengar suara dan kepulan asap yang setelah diceknya berasal dari api melambung tinggi di rumah kakaknya. Sontak ia berlari meminta pertolongan saudaranya yang rumahnya berjarak 50 meter ke utara dan menelepon klian dinas dan diteruskan ke Polsek Selemadeg.

Warga kemudian berdatangan membantu melakukan pemadam secara manual sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian.

Klian Banjar Dinas Pupuan Sawah, Made Sukadana, menyatakan, kondisi gelap dan api yang cukup besar menyulitkan proses pemadaman api.

“Warga hanya bisa mengamankan barang-barang yang bisa diamankan saja, seperti kendaraan dan sepeda motor di garasi. Mobil terpaksa diangkat beramai-ramai,” jelasnya.

Menurutnya, kedua korban sudah lama tinggal di wilayahnya dan dalam keseharian cukup diterima oleh masyarakat, karena pandai bergaul dan ramah.

Kedua korban tinggal bersama keluarga Wayan Budiada yang saat kejadian sedang berada di rumah Denpasar.

Ni Wayan Suwarni (istri Budiada) mengaku lebih awal mengenal kedua korban saat dirinya masih bekerja di restoran di wilayah Badung atau sekitar 23 tahun silam, sebelum akhirnya menjadi saudara angkat suaminya.

Christianus dan Hendrikus kerap berlibur ke Bali dan sering bertemu Suwarni di restoran. Lambat laun keduanya kagum akan budaya Bali, khususnya prosesi ngaben. Jika kelak meninggal, mereka minta diaben.

Tahun 2008 silam kedua korban ini ‘diperas’ menjadi anak angkat Ni Made Rasti, ibu dari Budiada (mertua Suwarni).

Keduanya pun memutuskan memeluk agama Hindu melalui upacara Sudi Wadani serta upacara lainnya seperti tiga bulanan, potong gigi, sambutan dan lainnya.

“Christian menjadi Made Chris dan Hendrikus menjadi Nyoman Hendrik,” ucapnya.

Kapolsek Selemadeg AKP Budi Astawa seizin Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo mengungkapkan, upaya pemadaman api membutuhkan waktu sekitar satu jam lantaran panjangnya bangunan, kondisi sempit dan gelap.

Setelah api padam barulah dilakukan olah TKP dengan tim Inafis Polres Tabanan. Hanya, proses olah TKP tidak bisa dilakukan maksimal dan akhirnya diputuskan dilanjutkan pukul 06.30.

“Olah TKP dipimpin Kapolres Tabanan dan ditemukan dua korban dalam kondisi hangus terbakar,” terangnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Namun, kuat dugaan kebakaran dipicu kompor listrik, mengingat salah satu korban hobi memasak.

“Kerugian ditaksir 2 miliar, lantaran banyak barang berharga seperti berlian, ruby, uang tunai ratusan juta dan deposito ratusan juta,” paparnya.