Dugaan Kuat Polisi, Kerangka dalam Septic Tank Itu Adalah Ayu Selisha
Di dalam septic tank ini ditemukan kerangka manusia yang diduga Ayu Selisha yang hilang sejak tahun 2010. (Foto: Ist)

BANTUL, HALUAN.CO - Polisi menduga kerangka manusia yang ditemukan dalam septic tank di Dusun Karangjati, Kasihan, Kabupten Bantul adalah Ayu Selisha yang hilang sejak 2010 lalu.

Polisi juga menduga Ayu Selisha adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Edi Susanto alias ES.

Sedangkan ES sendiri melakukan bunuh diri sebulan lalu yang diduga depresi akibat kejadian ini. Namun polisi belum mengetahui motif ES membunuh istrinya itu.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono kepada wartawan, Jumat (27/12) menyebutkan, dugaan pelaku pembunuhan Ayu Selisha mengarah pada Edi Susanto yang diketahui telah meninggal dengan gantung diri pada 11 November 2019 lalu.

Setelah penemuan kerangka itu, menurut AKBP Wachyu dilansir Jatimnow, pihak kepolisian kemudian mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Salah satunya adalah surat wasiat yang ditinggalkan Edi sebelum bunuh diri. Dalam surat wasiatnya itu dituliskan bahwa pria 29 tahun itu akan menyusul istri dan neneknya.

"Jika melihat isi surat wasiat tersebut, Edi Susanto sebenarnya sudah mengetahui jika Ayu Selisha sudah meninggal dunia sebelumnya," kata AKBP Wachyu.

Sedangkan orang tua Edi atau mertua Ayu Selisha saat pemeriksaan mengaku tidak mengetahui jika Ayu Selisha sudah meninggal.

Saat ini pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan lanjutan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi. Setidaknya polisi hingga Jumat (27/12) sore sudah memeriksa tujuh orang saksi.

Dari pemeriksaan saksi tersebut, polisi sudah menduga kuat pelaku pembunuhan adalah Edi Susanto. Hanya saja menurut AKBP Wachyu pihaknya masih mencari bukti-bukti lain untuk memastikan apakah ada keterlibatan orang lain dalam aksi pembuuhan tersebut.

“Dugaan kuat kita tetap pembunuhan, karena tidak mungkin jenazah itu begitu saja berada di dalam septic tank, nah jika ada yang melihat, kenapa terus tidak melaporkan, imbuhnya.

Pembongkaran septic tank itu dilakukan oleh polisi berdasarkan kecurigaan saja. Karena disebutkan setelah kematian Edi Susanto ada informasi bahwa Ayu Selisha mengilang sejak lama dan diduga sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, AKBP Wachyu menyebut kasus ini akan tetap dilakukan gelar perkara meskipun terduga pelaku pembunuhan sudah meninggal dunia.

Jika memang nantinya bukti mencukupi namun pelaku sudah meninggal dunia maka kasus ini akan ditutup. “Tapi kalau sekarang ya terlalu dini lah untuk menyimpulkan, kita masi terus dalami,” ungkapnya.

Edi Susanto menurut laporan polisi tewas gantung diri pada 11 November 2019 yang lalu.

Sebelumnya diketahui Edi Susanto sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri setidaknya hingga tiga kali namun dapat ditolong oleh keluarga.

Sebelum gantung diri, Edi Susanto terlihat bersikap tidak biasa. Sehari sebelumnya, dia menemui kedua orangtuanya dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Edi juga mengajak Waluyo untuk salat maghrib berjamaah.

“Paginya setelah mengantar istrinya ke pasar, Waluyo pulang ke rumah belakang dan memanggil-manggil Edi tapi tidak ada jawaban,” urai AKBP Wachyu.

Setelah tidak mendapat respons, Waluyo menghampiri kamar Edi Susanto dan mendapati anaknya sudah gantung diri.

Seketika itu Waluyo meminta bantuan kepada warga sekitar dan menurut pemeriksaan medis, pria 29 tahun itu dipastikan tewas karena gantung diri.

“Sebelum meninggal itu Edi sempat menulis surat isinya ingin menyusul istrinya dan neneknya,” pungkas AKBP Wachyu.