Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur, Dokter Gaek Ini Diancam Hukuman 15 Tahun
Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. (Foro: Ist)

MOJOKERTO, HALUAN.CO - Polres Mojokerto, Jawa Timur menetapkan dokter spesialis kandungan, AND (61) sebagai tersangka diduga melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur berinisial PL (15).

Penetapan dokter gaek itu sebagai tersangka setelah Polres Mojokerto melakukan penyelidikan dan penyidikan serta setelah melakukan gelar perkara.

"Penetapan tersangka hari ini setelah melakukan gelar perkara. Dokternya saja," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno ketika konferensi pers akhir tahun 2019, Senin (30/12/2019).

Polisi juga telah mengantongi beberapa alat bukti yang menguatkan, seperti hasil visum dan pemeriksaan saksi serta keterangan 3 saksi ahli, bahwa dokter berstatus PNS Kabupaten Mojokerto itu bersalah melakukan pencabulan terhadap gadis bawah umur warga Kecamatan Jatirejo itu.

"Kami memenuhi 4 alat bukti, mulai saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk dan bukti surat. Dijerat Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman hukuman 15 tahun," terangnya.

Mantan Kapolres Pacitan ini juga menyebut, terindikasi ada perdagangan anak yang dalam kasus dokter yang buka praktek di Seduri, Kecamatan Mojosari ini.

"Korban melapor persetubuhan. Kami sidik terkait laporan persetubuhan dulu. Jika nanti ditemukan alat bukti baru terkait trafficking ya tidak dimungkinkan maka kami tambah atau buka perkara lain," tegasnya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Yoga menambahkan, pihaknya telah memeriksa 19 saksi dama kasus tersebut. Saksi ahli itu termasuk ahli pidana, forensik dan psikologi.

"Kami akan panggil tersangka pada tanggal 7 Januari 2020 mendatang. Jika tersangka tidak datang, kami akan melayangkan surat pemanggilan kedua. Kalau tersangka juga tidak datang maka penyidik akan mempertimbangkan melakukan penahanan kepada tersangka," katanya.

Dari hasil penyelidikan, perbuatan tersebut terjadi pada Senin (26/8/2019) lalu dan dilakukan AD di ruang praktik. Awalnya, korban dikenalkan kepada AD oleh temannya AN (30) warga Bangsal.

"Setelah dikenalkan, korban diajak temannya itu ke tempat praktik terlapor dan diajak masuk. Didalam ruangan itu, korban ngobrol dan disuruh buka baju dan aksi pencabulan itu terjadi," ujarnya.

Setelah dicabuli, korban diberi uang senilai Rp 1,5 juta oleh terlapor dan membagikan uang itu kepada AN sebesar Rp 500 ribu. Ketika mengantarkan korban, AN menunggu PL di ruang tamu praktik terlapor.


0 Komentar