Duh, Bocah Korban Pedofil di Padang Meninggal Dunia
Ilustrasi pedofil (Ilustrasi: Istimewa)

PADANG, HALUAN.CO – Bocah korban pedofil di Padang, Sumatera Barat meninggal dunia. Bocah bernama TR (12) tersebut sebelumnya menderita kanker rektum stadium 4 setelah menjadi korban pedofil tetangganya sendiri berinisial Am (56).

Menurut Pejabat Pemberi Informasi RSUP M. Djamil Padang, Gustafianof, Selasa (31/12/2019), bocah malang itu dirawat di RSUP M. Djamil sejak Jumat pekan lalu setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSCM Jakarta. TR meninggal saat dalam perawatan di RSUP M Djamil Padang, Senin (30/12/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Kondisi TR sebelum meninggal dunia turun drastis sejak paginya,” kata Gustafianof.

Dikatakan Gustafianof, sejak pagi, kondisi TR tak sadarkan diri. Tim dokter pun memberikan bantuan maksimal. Sayangnya, usaha dokter tak berhasil. Nyawa TR tak tertolong.

TR menderita kanker rektum stadium 4 dan sudah menyebar hingga ke otak dan ginjal. Akibatnya, TR harus menjalani cuci darah rutin tiga hari sekali. TR kemudian dirawat di RSCM. Namun, mengingat biaya, RSCM memulangkan TR karena bisa menjalani perawatan lanjutan di RS M. Djamil.

Disebutkan Gustafianof, dari Jakarta ke Padang, TR didampingi petugas medis dari RSCM. Kemudian, sesampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), tim dari RS M. Djamil menjemput TR menggunakan ambulans.

Seperti ramai diberitakan, TR menjadi korban pedofil tetangganya sendiri di daerah Bungus, Teluk Kabung, Kota Padang, berinisial Am (56). Perbuatan bejat Am sudah dilakukan sebanyak empat kali, diawali pada Agustus 2018.

Korban tinggal dengan kakek dan neneknya di daerah itu dan memang sering bermain di depan rumah pelaku. Modus yang digunakan pelaku adalah mengiming-imingi korban dengan uang untuk membeli dagangan milik korban.

Tersangka mengancam korban agar tidak memberitahu atau melaporkan perbuatannya kepada orang lain. Pelaku kerap melakukan hal itu di semak-semak dan beberapa tempat lain di daerah itu.

Namun, perbuatan tersangka akhirnya terbongkar pada Juli 2019 saat korban mengalami pendarahan di alat vital korban. Salah satu anggota keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Padang dengan nomor polisi LP/469/K/VII/2019/SPKT Unit III, tanggal 6 Juli 2019. Kemudian, surat penyelidikannya nomor SP.Sidik/184/IX/2019/Reskrim keluar tanggal 24 September 2019.

Setelah itu, jajaran Polresta Padang langsung bergerak mencari pelaku. Tersangka sempat berstatus buron beberapa bulan, namun berhasil diringkus polisi di Jambi.

Pelaku Am pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dengan pasal 82 Juncto (Jo), pasal 76 E, pasal 81, pasal 76D Undang-undang Nomor 17 tahun 2016. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu terancam hukuman penjara selama 15 tahun, dan denda Rp5 miliar.


Penulis: Melda Riani