Dukung Peniadaan UN, IGI: Biar Pemda Tak Lagi Gamang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mendukung penuh keputusan pemerintah meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di semua tingkatan. 

Menurut Ramli, keputusan tersebut sangat tepat dalam suasana penyebaran virus corona yang belum jelas kapan berakhir.

"Harus diakui guru-guru Indonesia amat sangat belum siap menjalankan pembelajaran jarak jauh. Dan karena itu sesungguhnya persiapan menuju UN sangat minim terutama oleh anak-anak didik kita," kata Ramli dalam keterangannya, Rabu (25/3/2020).

Ramli menjelaskan, selain faktor kesiapan, dari sisi penguasaan materi UN kali ini, kemungkinan besar terganggu oleh suasana psikologis masing-masing siswa-siswi yang berada dalam ketakutan tertular virus corona.

Siswa dan guru pun memiliki potensi yang sangat besar untuk tertular atau menularkan covid 19 ini meskipun dilakukan berbagai upaya pencegahan dengan berbagai macam cara desinfektan.

Karena itu, jika UN tetap dipaksa dilaksanakan, tentu bertentangan dengan imbauan presiden yang menginginkan agar siswa dan guru tetap berada di rumah.

"Jadi, sungguh sangat tepat apa yang diputuskan Presiden Jokowi terkait peniadaan ujian nasional,” tuturnya.

Dikatakan Ramli, sebenarnya beberapa daerah gamang dalam menanggapi persoalan UN ini. Di antara mereka ada yang memutuskan untuk menunda, ada juga yang tetap bersikukuh akan melaksanakan UN tersebut entah alasan apa yang digunakan.

Setelah UN Ditiadakan, Nilai Rapor akan Tentukan Kelulusan, Sekolah Bisa Memilih Dua Opsi!

Dari sisi lain, UN ini juga sudah disimpulkan tidak memiliki nilai apapun dan tidak memberikan manfaat apapun kecuali sekadar angka-angka yang juga tidak akan mendapatkan langkah tindak lanjut terkait kualitas pendidikan.


0 Komentar