Ehm, Anggota Parlemen Jepang Disuap Pengusaha China
Tsukasa Akimoto, anggota parlemen yang juga mantan anggota Partai Demokratik Liberal (LDP) (Foto: NHK)

JAKARTA, HALUAN.CO - Tsukasa Akimoto, anggota parlemen yang kemudian mengundurkan diri sebagai anggota Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa, dituntut jaksa dan ditahan di Tokyo karena kasus suap. Penahanan dilakukan atas dugaan suap dari sebuah perusahaan China yang ingin berinvestasi dalam proyek resor wisata terintegrasi.

Seperti dikutip dari NHK, penyuapan yang dituduhkan itu terjadi saat Tsukasa Akimoto bertanggung jawab atas proyek-proyek semacam itu sebagai wakil menteri. Sumber-sumber mengatakan, ia mungkin telah menerima uang kontan dari perusahaan yang bernama 500.com.

Jaksa menahan Akimoto pada hari Rabu (25/12/2019) setelah sebelumnya pada hari yang sama meminta Akimoto menyerahkan diri untuk pemeriksaan. Jaksa juga menahan tiga orang lainnya termasuk seorang penasihat bagi perusahaan China yang dituduh telah membawa uang kontan itu ke Jepang secara ilegal.

Jaksa mencurigai Akimoto menerima 3 juta yen atau sekitar 27.400 dolar dalam bentuk kontan pada September 2017. Saat itu ia adalah wakil menteri pada Kantor Kabinet dan Kementerian Pariwisata.

Pada hari Selasa, Akimoto menyampaikan kepada NHK dirinya tidak pernah menerima permintaan apa pun dari perusahaan itu atau memberikannya perlakuan istimewa. Melalui cuitan pada hari Rabu, ia menolak segala keterlibatan dalam melakukan pelanggaran.

Akimoto bertemu dengan eksekutif utama perusahaan China tersebut pada kantor pusatnya di Shenzhen bulan Desember 2017. Pada Februari 2018, ia mengunjungi Desa Rusutsu di Provinsi Hokkaido, Jepang utara, menemui wali kota dan para pejabat tinggi provinsi. Perusahaan tersebut berniat untuk berinvestasi dalam sebuah resor wisata terintegrasi yang direncanakan di desa tersebut.

Akimoto menyerahkan surat pengunduran dirinya dari LDP setelah penahanannya. Partai itu telah menyetujuinya.