Emirates Ambil Tindakan Hentikan Semua Penerbangan ke Seluruh Dunia dan Potong Gaji Karyawan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Emirates menghentikan semua penerbangan terkait penanganan COVID-19 (Foto: Instagram Emirates)

-

AA

+

Emirates Ambil Tindakan Hentikan Semua Penerbangan ke Seluruh Dunia dan Potong Gaji Karyawan

Bisnis | Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 20:02 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Maskapai Emirates mengambil kebijakan untuk menghentikan layanan penumpang di seluruh dunia. Ini salah satu kebijakan dalam menyikapi pandemi virus Corona.(COVID-19)

Emirates Group telah menjalankan beberapa tindakan untuk membatasi biaya. Hal ini dilakukan dengan melihat prediksi terhadap permintaan perjalanan yang akan tetap lemah di seluruh pasar dalam beberapa waktu ke depan. Emirates dan layanan kargonya, dnata, menyesuaikan layanan operasional semenjak ada wabah Covid-19.

Semula Emirates mempertahankan penerbangan penumpang selama masih memungkinkan untuk membantu wisatawan kembali ke rumah di tengah meningkatnya aturan larangan perjalanan, pembatasan dan lockdown negara di seluruh dunia.

Emirates juga akan tetap menjalankan layanan kargo internasional yang sangat penting terhadap ekonomi dan publik melalui armada kargo 777 untuk transportasi barang penting seperti perlengkapan medis ke seluruh dunia.

Maskapai akan menerapkan pembersihan dan disinfeksi menyeluruh yang membutuhkan waktu enam sampai delapan jam termasuk penggantian filter udara HEPA.

Namun dengan banyak berkurangnya frekuensi layanan penerbangan penumpang hingga menghentikan layanan tersebut, pelayanan kargo dnata juga telah mengurangi layanan operasionalnya secara signifikan, seperti menutup sementara beberapa kantor di seluruh jaringan internasionalnya.

Chairman and Chief Executive of Emirates Group, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengatakan bahwa Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada finansial Emirates.

"Dunia sudah masuk ke dalam masa karantina karena wabah Covid-19. Hal ini merupakan situasi krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam jangkauan dan skalanya. Baik dari sisi geografis, kesehatan, sosial maupun ekonomi. Sampai dengan Januari 2020, Emirates Group dapat mencapai target finansial tahunan. Namun, Covid-19 memberikan dampak secara tiba-tiba dan signifikan selama 6 minggu belakangan ini," terangnya.

View this post on Instagram

This is not a goodbye but a ‘see you soon’ from your Emirates family around the world. With nations closing their borders and going on lockdown, we have had to take the painful yet pragmatic measure of temporarily suspending our flights. Whilst we have done everything possible to maintain crucial air links and get people to their loved ones, there’s nothing more important right now than the health and safety of communities worldwide. This is an unprecedented crisis, and our thoughts go out to everyone affected. We sincerely apologize to all our customers with travel disruptions. We hope to welcome you on board, as soon as feasible. Our customers, Emirates Skywards members, partners, industry peers, employees, well-wishers and the communities we serve are at the heart of everything we do. We thank you for your continued support. We thank our employee teams as well as the UAE government and regulatory bodies who have risen to this challenge and delivered beyond their call of duty. We appreciate your service. We would like to express our gratitude to healthcare professionals worldwide who are at the frontline. You will never be forgotten. We are confident that we will come out of this stronger than ever before. We are in this together. Now is the time for all of us to stay home so that we can take to the skies soon.

A post shared by Emirates (@emirates) on

Sheikh Ahmed menambahkan bahwa kebijakan ini demi menghadapi wabah dan menuju layanan normal nantinya

"Emirates Group memiliki neraca keuangan yang kuat dan likuiditas kas yang besar. Kami dapat, dan akan, bertahan melewati masa pengurangan jadwal penerbangan yang lebih panjang dengan tindakan yang sesuai dan tepat, agar siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan secara normal," katanya.

Hankook Tire Siapkan Strategi Penguatan Bisnis Hadapi Tantangan Global

Mengenai keputusan untuk mengurangi gaji pokok, Chairman and Chief Executive of Emirates Group, Sheikh Ahmed menegaskan untuk mengambil pilihan lain daripada harus memecat karyawannya.

"Daripada meminta karyawan untuk meninggalkan perusahaan, kami memilih untuk menjalankan pemotongan gaji pokok sementara karena kami ingin melindungi mereka dan mempertahankan karyawan yang bertalenta sebaik mungkin. Kami ingin menghindari memberhentikan karyawan. Ketika permintaan naik kembali, kami juga ingin dapat segera menjalankan layanan kembali dan melanjutkan layanan kami kepada pelanggan," ujarnya.

Emirates juga sangat tidak menganjurkan para karyawan untuk melakukan perjalanan yang tidak penting. Oleh karena itu, Emirates menjalankan kebijakan bekerja di rumah untuk semua karyawan jika memungkinkan.

Serta melakukan pembersihan dan protokol disinfeksi tingkat tinggi di setiap fasilitas, melakukan pemeriksaan suhu di titik pintu masuk utama kantor, dan meluncurkan kampanye edukasi internal mengenai kebersihan tangan dan kesehatan untuk mengurangi risiko COVID-19.

Beberapa minggu belakangan ini, perusahaan juga menerapkan pembersihan dan disinfeksi tingkat tinggi di seluruh pesawat dari Dubai sebagai tindakan pencegahan.

Emirates juga bekerja sama dengan pihak bandara untuk menerapkan pemeriksaan seperti yang diwajibkan oleh otoritas lokal.

Karyawan yang berada di garis depan seperti awak kabin dan tim bandara juga telah disediakan bantuan agar tetap aman selama bertugas, termasuk menyediakan sanitasi tangan dan masker saat dibutuhkan.

Emirates Group mendukung sepenuhnya semua inisiatif untuk menjaga kesehatan komunitas di semua wilayah operasional Emirates, termasuk arahan UEA terhadap COVID-19.

Ucapan sampai jumpa

Kru Emirates di seluruh dunia telah mengucapkan sampai jumpa pada penerbangan terakhir yang beroperasi kembali ke Dubai.

EK 005 ke London Heathrow, yang berangkat pada pukul 16.05 pada 24 Maret adalah penerbangan terakhir untuk lepas landas dari Dubai.

EK 262 dari Sao Paulo, yang mendarat pada pukul 22.35 (waktu setempat) adalah penerbangan terakhir yang tiba di Dubai pada 25 Maret .

Tim bandara Emirates dari 39 bandara termasuk Indonesia dengan setia memberikan salam perpisahan pada penerbangan terakhir sebelum diberlakukannya penangguhan penerbangan.

Pada 24 Maret, kru Emirates di Indonesia memberikan salam terakhir pada penerbangan dari Jakarta (EK 359) dan dari Denpasar, Bali (EK 451 dan EK 399).

Selama beberapa minggu ke depan tim operasional Emirates akan fokus pada persiapan untuk dimulainya kembali layanan penerbangan.

Sesuai arahan pemerintah UEA untuk melindungi masyarakat terhadap penyebaran COVID-19, Emirates menangguhkan semua penerbangan penumpang untuk sementara mulai 25 Maret 2020.

Maskapai akan melanjutkan layanan penumpang segera setelah dimungkinkan untuk melakukannya. Sementara itu, Emirates tetap akan mengoperasikan armada Boeing 777, memperkuat hubungan kargo udara internasional untuk mengangkut barang-barang penting, termasuk pasokan medis dan makanan, ke seluruh dunia.


0 Komentar