Empat Ribuan Warga Bunguran Utara Terisolir

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kondisi jalan lintas Kelarik- Batubi. (Foto: Ist)

NATUNA, HALUAN.CO - Hujan yang terjadi sejak Minggu (8/12/2019) malam, 4.375 jumlah penduduk yang berdomisili di Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna Provinsi, Kepulaun Riau (Kepri) terisolir.

Seperti dilansir Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Gorup (HMG) di Batam, Kecamatan Bunguran Utara menyusul jalan menuju ke Desa Kelarik - Batubi mengalami banjir dengan kedalamaan mencapai 1 meter.

Camat Bunguran Utara Kabupaten Natuna, Mardi Handika mengatakan, saat ini kondisi jalan lintas kelarik – Batubi kondisinya tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Apalagi saat ini, jembatan semala mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga banyak warga memilih meninggalkan kendaraannya daripada harus melintas jembatan itu,” kata Camat Mardi melalui telepon, Senin (9/12).

Mahdi menerangkan, setiap kali memasuki musim penghujan sebagian besar dari jalan lintas ini akan berubah menjadi seperti kolam. Air yang tergenang membuat gorong-gorong dan beberapa jembatan kecil terputus.

“Sejak semalam, hujan tak kunjung berhenti sehingga sekitar Jembatan Sungai Semala dan Pandan pada jalan lintas itu, kembali tergenang air,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, apabila sampai sore ini tidak juga berhenti hujan, maka bisa dipastikan banyak warga yang tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

“Mudah-mudahan kondisi bisa segera berubah. Dan aktifitas warga kembali normal,” pungkasnya.

Hujan di Batam

Sementara itu, hujan yang juga mengguyur Kota Batam pada Minggu (8/12/2019) mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam air. Kondisi itu dinilai dapat membahayakan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar melalui Kanit Turjawali, Ipda Viktor mangatakan bahwa pihaknya sengaja turun untuk melaksanakan patroli di seputaran Kota Batam guna antisipasi titik banjir dan pohon tumbang yang dapat membahayakan pengendara.

“Kami diperintahkan untuk turun langsung di lapangan guna mengatur arus lalu lintas apabila ditemukan titik titik banjir yang dianggap berbahaya dan dapat mengakibatkan kecelakaan, kata Tigor.

“Kami ingin masyarakat Kota Batam aman dan nyaman dalam berlalu lintas,” tambahnya.




0 Komentar