Erick Thohir Sinergikan Rumah Sakit BUMN dan Swasta untuk Tangani Pasien Covid-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menteri BUMN Erick Thohir saat video confrence dengan sejumlah perwakilan rumah sakit BUMN dan swasta. (Foto: Instagram)

-

AA

+

Erick Thohir Sinergikan Rumah Sakit BUMN dan Swasta untuk Tangani Pasien Covid-19

Nasional | Jakarta

Jumat, 03 April 2020 16:47 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, 35 dari total 65 rumah sakit BUMN yang tersebar di Indonesia siap menampung pasien covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat. 

Dikatakan, ia telah melakukan mapping potensi rumah sakit BUMN yang ada di Indonesia. Sebanyak 35 rumah sakit itu telah dilengkapi dengan ruangan isolasi dan ventilator.

Salah satunya RS Pertamina yang sedang mempersiapkan hampir 400 tempat tidur untuk ICU lengkap dengan ventilator.

"Kita coba sinergikan rumah sakit milik BUMN dengan swasta punya untuk menyikapi eskalasi pasien covid di Indonesia. Tidak hanya dari rumah sakitnya, tapi juga jumlah tempat tidur, ventilator, tes lab dan lain-lain," kata Erick saat video conference dengan manajer rumah sakit BUMN dan sejumlah rumah sakit swasta di Indonesia, Kamis (2/4/2020).

Untuk rumah sakit darurat di Wisma Atlet, menurut Erick juga terjadi peningkatan pasien. Meski demikian, masih banyak bangunan di wisma atlet yang disiapkan.

Di tower 7 akan disiapkan untuk 1300 pasien. Begitu juga di tower 6, disiapkan untuk 1300 pasien dengan 100 tempat tidur yang difasilitasi dengan 20 ventilator.

"Sekarang juga sedang dibuka tower 5 sebagai tambahan bila diperlukan," katanya.

Sementara, perwakilan dari rumah sakit Siloam mengatakan, sebanyak 38 rumah sakit milik jaringan itu di 25 kota di Indonesia telah menyisihkan tempat tidur untuk pasien PDP dan positif covid -19. Dua rumah sakit sengaja didedikasikan untuk pasien PDP, yaitu Kelapa Dua dengan 150 tempat tidur dan di Mampang dengan 400 tempat tidur. Khusus untuk yang di Mampang, sebagai tahap awal baru akan menyiapkan 180 bed.

Sementara, Dewi Muliaty dari Prodia menyatakan kesiapan untuk melakukan tes swab. Menurutnya, terdapat 152 lab dari Aceh sampai Jayapura. Namun, lab yang paling lengkap dan kompleks adalah lab rujukan di Kramat Jaya Jakarta.

Sejumlah warganet mengapresiasi apa yang dilakukan Menteri BUMN tersebut. "Inilah yang ditunggu. Pak Erick terima kasih utk gebrakannya🙏. yang kita butuhkan adalah tersedianya laboratorium bahkan kalau bisa sampe di level kabupaten untuk mengetahui secara cepat terpapar atau tidaknya dengan covid, karena infonya golden time momen untuk covid adalah 5 sampai 10 hari," kata @mulyantojulius.

"Sinergi. Kolaborasi...geraak cepat..BUMN yang lain juga segera bergerak suport keperluan yang lain...mudah mudahan di ikuti menteri menteri yang lain untuk bersinergi sampai ke bawah...bila perlu mengerakan Rt Rw,umkm ,mitra binaan...mantab," ujar seorang warganet @wirasena765.

"Luar biasa Pak idenya dalam membuat sinergi di tengah situasi seperti ini, Terus Semangat Pantang Menyerah. Sukses dan sehat selalu buat Pak Erick Tohir," kata @teguh_septeantz.


0 Komentar