Eropa Minta Amerika-Iran Menahan Diri
Simulasi senjata nuklir Iran (Ilustrasi: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketegangan yang terjadi antara Amerika serikat dan Iran mengkhawatirkan negara-negara Eropa. Jerman, Inggris dan Prancis minta kedua negara musuh bebuyutan itu untuk menahan diri.

Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson seperti dikutip DW.com meminta Amerika Serikat dan Iran untuk sama-sama menahan diri di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Ketiga pemimpin negara tersebut mengeluarkan pernyataan yang mendesak AS-Iran untuk melakukan de-eskalasi. Mereka juga meminta ketegangan AS-Iran segera berakhir.

Ketiganya juga menegaskan soal ikatan kedaulatan dan keamanan Irak. Mereka mengatakan bahwa ketegangan ini berisiko menghancurkan stabilitas Irak yang telah diupayakan selama bertahun-tahun.

Lewat pernyataan tertulis, ketiga pemimpin tersebut menyebutkan bahwa prioritas utama di wilayah Irak adalah memerangi ISIS. Mereka juga meminta otoritas keamanan Irak untuk tetap memberikan dukungan terhadap aliansi militer yang dipimpin AS dalam memerangi kelompok militan itu.

Sebelumnya, Minggu (5/1/2020), Parlemen Irak sepakat untuk mengusir pasukan asing, termasuk tentara AS dan Jerman dari negaranya.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan langkah AS yang mengancam akan memberi sanksi atas keputusan parlemen Irak tersebut sebagai tindakan yang kurang tepat.

“Saya rasa tidak tepat meyakinkan Irak (untuk tidak mengusir tentara AS) dengan ancaman, harusnya dengan argumen,” ujar Maas, dalam wawancaranya dengan radio publik Jerman Deutschlandfunk.

Kesepakatan Nuklir Iran

Dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (5/1/2020) ketiga pemimpin negara Eropa ini juga merespons tentang keputusan Iran yang tidak akan lagi mengikuti batasan dalam kesepakatan nuklir 2015. Kesepakatan nuklir itu dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Timur Tengah Memanas Indonesia Siapkan Rencana Evakuasi WNI

Ketiga pemimpin juga meminta agar Iran menahan diri dari segala bentuk kekerasan dan mengikuti segala ketentuan dalam perjanjian nuklir.

Maas juga menambahkan bahwa pemerintah Jerman, Inggris dan Prancis bertemu pada Senin (6/1/2020) untuk membahas tentang kesepakatan nuklir Iran. Kepada Deutschlandfunk, Maas mengatakan negara-negara Eropa tidak bisa diam saja atas keputusan Iran.

Ketiga pemimpin negara, yakni Merkel, Johnson dan Macron juga menyatakan keprihatinan mereka terhadap langkah-langkah negatif yang dilakukan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran di kawasan itu.