Fachrul Razi: Makanan Halal Baik bagi Muslim, Oke untuk Bukan Muslim

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menteri Agama Fachrul Razi. (Foto: Antaranews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Halal dan haram merupakan hal yang penting bagi setiap umat Islam. Sebab setiap Muslim diwajibkan memakan makanan halal dan menjauhi makanan haram.

Mengingat penduduk Indonesia mayoritas adalah Muslim, maka tidak heran industri halal berkembang sangat cepat. Hal itu tampak dari semakin banyaknya tempat khusus makanan halal dengan nama yang beragam.

Misalnya di Ibu Kota, di pusat-pusat keramaian terdapat area penjual khusus makanan halal yang disebut pojok halal, halal corner, kantin halal, dan nama lainnya.

Fenomena ini pun disambut baik oleh Menteri Agama (Menag) Menag Fachrul Razi. Menurutnya sesuatu yang halal adalah baik, tidak hanya bagi Islam, tapi juga kalangan non-Muslim.

Karenanya kata dia, istilah halal tidak bersifat eksklusif, tapi inklusif. Agar lebih jelas, Fachrul Razi mengajak pelaku bisnis untuk ikut mengkampanyekan bahwa halal itu baik buat semua.

"Saat buat pojok halal, ditulis halal bagi muslim, berarti oke juga bagi non-Muslim," ucap Menag Fachrul Razi di Ciputat, Tangerang Selatan, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (10/12/2019).

Menteri asal Aceh ini lalu bercerita bahwa dirinya bersama sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga negara baru saja meresmikan pembangunan Menara Syariah di kawasan Kapuk, Jakarta Utara. Di kawasan tersebut akan dibangun juga areal halal.

"Menara ini dibangun konsorsium yang hampir semua non muslim. Ikut meresmikan Menko Maritim yang juga non muslim," ujarnya.

"Ini menunjukkan bahwa halal baik buat semua," tandasnya.


Penulis: Milna Miana


0 Komentar