Fadli Zon: BUMN Jangan Jadi Sapi Perah!
Mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mendukung keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang memberhentikan sementara seluruh jajaran direksi Garuda Indonesia, karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

"Bravo Bro Erick Thohir," cuit Fadli lewat akun twitter-nya @fadlizon, Minggu (8/12/2019).

Menurut Fadli, BUMN memang harus dibersihkan dari pihak-pihak yang memanfaatkan untuk keuntungan peribadi dan kelompok.

BUMN, lanjut dia, harus dijadikan "mesin" semata-mata untuk kesejahteraan rakyat, bukan malah menjadi sapi perah.

"BUMN harus dibersihkan dan jadi mesin untuk kesejahreraan rakyat, dan jangan jadi sapi perahan," tulisnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir secara resmi memberhentikan sementara seluruh jajaran direksi yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Keputusan itu diambil Erick setelah menggelar pertemuan dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Sabtu.

Hasil pertemuan antara Erick dengan Dewan Komisaris Garuda itu disampaikan oleh Komisaris Utama PT Garuda, Sahala Lumban Gaol.

"Pertemuan menyepakati hal sebagai berikut, pertama akan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley dan Brompton dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada tanggal 17 November 2019 di Soekarno Hatta, Cengkareng sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Sahala.

Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung dari Senin, 9 Desember 2019 mendatang. "Di perusahaan Tbk ada dua cara pemberhentian direksi, yaitu sementara oleh Dewan Komisaris, dan permanen dalam RUPSLB," ujar Sahala.

Keputusan tersebut telah ditandatangani oleh Erick, dan juga Dewan Komisaris yang hadir di antaranya Sahala Lumban Gaol (Komisaris Utama), Chairal Tanjung (Komisaris), Insmerda Lebang (Komisaris Independen), Herbert Timbo P Siahaan (Komisaris Independen), dan Eddy Purwanto Poo (Komisaris Independen).