Fadli Zon: Integritas Kunci Pemberantasan Korupsi
Presiden GOPAC 2017-2019 Fadli Zon

QATAR, HALUAN.CO - Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) Fadli Zon menekankan pentingnya peran parlemen dalam meningkatkan budaya integritas sebagai faktor kunci pemberantasan korupsi.

"Integritas adalah antitesa dari korupsi. Itu sebabnya, budaya integritas menjadi elan vital bagi setiap penyelenggara pemerintahan, dalam mendukung tercapainya agenda pembangunan berkelanjutan," kata Fadli Zon pada pembukaan The 7th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption di Doha, Qatar, Senin (9/12/2019).

Penyelenggaraan the 7th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption itu bertepatan dengan peringatan hari antikorupsi sedunia.

Selama ini kata Fadli Zon, pendekatan tradisional yang bertumpu pada pembentukan undang-undang dan penegakkan hukum, tidak lagi memadai untuk membangun mekanisme yang efektif dalam pemberantasan korupsi.

"Karena itu tidak heran, meski setiap negara berhasil memproduksi ratusan regulasi setiap tahunnya, namun corruption perception index tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan banyak yang menurun," kata Fadli.

Ditegaskan Fadli, Korupsi menjadi ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan. Dan bahayanya, ancaman itu hadir di dalam tubuh penyelenggara pemerintahan dan negara. Baik eksekutif maupun legislatif. Di tingkat nasional-regional- dan bahkan global.

"Karena itu, pemerintahan yang berintegritas, menjadi faktor kunci pemberantasan korupsi. Selama praktik korupsi masih masif, maka pemerintahan akan selalu dalam kondisi lemah untuk merealisasikan pembangunan kepada rakyatnya,” ujar Ketua BKSAP DPR itu.

Dalam forum yang dihadiri Deputy Emir Qatar, Shaikh Abdullah bin Hamad Khalifah Al-Thani, dan sejumlah pimpinan parlemen dunia, Fadli Zon, menyerukan tiga rekomendasi bagi parlemen dunia untuk mewujudkan pemerintahan yang berintegritas.

Pertama, adanya kepemimpinan politik yang mampu menunjukkan komitmen kuat dalam upaya mengimplementasikan pemantauan aset yang komprehensif.

Kedua, adanya keterlibatan dan partisipasi publik baik dari organisasi profesional maupun para pemuka agama.

Ketiga, adanya kerjasama antarparlemen dalam pemberantasan korupsi pada satu platform bersama.

Penyelenggaraan the 7th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption sekaligus mengakhiri tanggung jawab Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC.

Fadli Zon sudah dua periode menjadi Presiden GOPAC. Periode pertama 2015-2017, dan terpilih kembali untuk periode 2017-2019.


0 Komentar