Fenomena Gerhana Membuktikan Perhitungan Hisab Sudah Benar
Gerhana matahari cincin. (Foto: Lapan)

JAKARTA, HALUAN.CO - Fenomena gerhana membuktikan kebenaran perhitungan lewat ilmu pengetahuan dan sekaligus menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat.

"Fenomena gerhana ini adalah cara membuktikan penghitungan kita, atau dalam bahasa Arabnya adalah hisab itu sudah benar. Setiap gerhana itu ada dua pesan yaitu pesan penelitian dan pesan pendidikan," ujar pakar astronomi Riser Fahdiran, di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Hisab kata akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, adalah perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.


Ditekankan Riser, para pakar astronomi sudah bisa menghitung kemungkinan terjadi gerhana sampai belasan tahun ke depan secara efektif dan akurat.

"Gerhana ini adalah sebuah fenomena yang memungkinkan para pakar untuk mengkalibrasi dan menghitung dengan pasti," kata dia sembari mencontohkan gerhana matahari cincin (GMC) yang terjadi hari ini yang memperkirakan saat gerhana mulai pukul 10.42 WIB.

BACA JUGA: Pemkot Tanjungpinang Fasilitasi Warga Saksikan Gerhana Matahari Cincin

GMC yang terjadi saat ini menurut dia masuk dalam kategori Siklus Saros 132 dan merupakan gerhana ke-46 dari 71 gerhana yang diperkirakan akan terjadi.

Gerhana pertama siklus ini terjadi pada 13 Agustus 1208, dengan gerhana ke-47 terjadi pada 5 Januari 2038 dan yang ke-71 akan terlihat pada 25 September 2470.

Dia menyebutkan, gerhana matahari berikutnya yang terjadi di Indonesia tahun 2021. Untuk gerhana matahari total dapat dilihat Papua dan bagian lain di Indonesia bisa melihat gerhana matahari parsial atau sebagian seperti yang terjadi hari ini.

"Tahun depan (2020) Indonesia tidak akan melihat gerhana matahari lagi, kecuali di Kalimantan Utara yang akan mengalami gerhana matahari parsial karena titik pusat gerhana berada di daerah China," jelasnya.