ForBALI Desak Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Konservasi Teluk Benoa
ForBALI saat melakukan aksi yang mendesak Presiden Jokowi terbitkan Perpres Konservasi Teluk Benoa. (Foto: BP)

DENPASAR, HALUAN.CO - Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) kembali aksi unjuk rasa dengan turun ke jalan, Jumat (13/12//2019). Mereka melakukan aksi itu di tengan guyuran hujan.

Orasi utamanya dipusatkan di depan Kantor Gubernur Bali. Untuk diketahui, gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa akan berumur 7 tahun pada Maret 2020 mendatang.

Dalam aksinya itu, mereka mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menerbitkan Perpres Konservasi Teluk Benoa sebagai instrumen hukum untuk memperkuat status Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI telah menerbitkan Surat Keputusan No.46/KEPMEN-KP/2019 tentang Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa di Provinsi Bali pada 4 Oktober 2019.

“Penerbitan Perpres yang secara khusus mengatur kawasan perairan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim secara langsung dapat menggugurkan keberlakuan Perpres No.51 Tahun 2014,” ujar Koordinator ForBALI, I Wayan “Gendo” Suardana dilansir Balipost.

Menurut Gendo, hal yang sama juga telah diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi. Keputusan menteri dikatakan perlu ditingkatkan menjadi Perpres tentang Kawasan Strategis Nasional Perairan.

Di sisi lain, pihaknya menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo untuk tidak mengkaji ulang pembatalan reklamasi Teluk Benoa. Termasuk penetapan kawasan konservasi maritim oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti.